Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik tipis di akhir perdagangan Rabu, 15 Juli 2026. IHSG naik 0,04 persen atau 2,451 poin ke level 6.041,97 seiring reli bursa Asia karena data inflasi AS di Juni yang lebih rendah daripada ekspektasi pasar.
|Baca juga: IHSG Diramal Menguat, BNI Sekuritas Rekomendasikan 6 Saham Berikut
Sebanyak 334 saham menguat, 267 saham melemah, dan 195 saham ditutup stagnan. Total volume perdagangan mencapai 28,7 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp11,7 triliun. Dengan demikian IHSG telah mengalami reli selama lima hari beruntun.
|Baca juga: BEI Resmi Cabut Suspensi Saham Asuransi Maximus Graha (ASMI)
Indeks harga konsumen AS turun 0,4 persen pada bulan Juni dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga tingkat inflasi tahunan menjadi 3,5 persen. Para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan penurunan bulanan sebesar 0,2 persen dan inflasi tahunan sebesar 3,8 persen.
|Baca juga: IHSG Sesi I Kembali Menguat
Data inflasi yang lemah ini menurunkan peluang kenaikan bunga bank sentral AS, Federal Reserve, yang ingin mengendalikan inflasi domestik akibat kenaikan harga minyak dunia sejak perang AS-Iran.
Selain sentimen bunga, berita Standard & Poor’s mempertahankan status investment grade Indonesia tanpa menurunkan outlook menjadi negatif membantu meyakinkan investor asing untuk tetap membeli saham di Bursa Efek Indonesia.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

