Media Asuransi, GLOBAL – Penggunaan produk asuransi risiko transaksi, seperti warranty and indemnity (W&I) insurance dan standalone tax liability insurance, semakin menjadi bagian penting dalam proses merger dan akuisisi (M&A) di kawasan Asia Pasifik.
Dilansir dari Asia Insurance Review, Rabu, 15 Juli 2026, hal itu terungkap dalam Aon 2026 Global Transaction Solutions Claims Study.
Laporan tersebut menunjukkan meningkatnya kapasitas penjaminan serta penggunaan produk ini di sejumlah negara, seperti India, Singapura, dan Korea Selatan, sehingga semakin banyak dimanfaatkan untuk mengelola risiko dalam transaksi bisnis.
Managing Director Transaction Solutions APAC Aon Martijn de Lange mengatakan frekuensi klaim terus meningkat, terutama pada transaksi bernilai besar dan lintas negara. Menurutnya, kondisi itu memperkuat peran asuransi W&I dan asuransi pajak dalam melindungi nilai transaksi.
“Kami melihat klaim semakin sering terjadi dengan nilai kerugian yang lebih besar, terutama pada transaksi besar dan lintas negara. Kondisi ini menegaskan pentingnya asuransi Warranty & Indemnity dan asuransi pajak untuk melindungi nilai transaksi,” ujarnya.
|Baca juga: Pindai Resmi Meluncur, AAUI Siapkan Pusat Data Berbasis AI untuk Perkuat Industri Asuransi
Seiring semakin matangnya pasar, aktivitas klaim di Asia Pasifik juga terus meningkat. Dalam tiga tahun terakhir, Aon berhasil membantu penyelesaian klaim senilai lebih dari US$26 juta di kawasan tersebut, termasuk sejumlah klaim bernilai besar.
Di Amerika Utara, nilai klaim yang dibayarkan di 2025 capai US$1 miliar, dengan rerata pembayaran di atas US$10 juta per klaim. Laporan itu juga mencatat sumber klaim paling banyak berasal dari masalah pengungkapan informasi yang tidak lengkap, ketidakakuratan laporan keuangan, pelanggaran kepatuhan, serta sengketa perpajakan.
Di sisi lain, klaim terkait pajak kerap baru muncul lebih dari lima tahun setelah transaksi selesai karena mengikuti proses audit dan penegakan aturan.
Berdasarkan temuan tersebut, Aon menilai asuransi W&I dan asuransi risiko pajak kini semakin terintegrasi dalam strategi transaksi, khususnya untuk akuisisi bernilai besar dan lintas negara yang memiliki risiko lebih kompleks.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

