Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambles di sesi I perdagangan Kamis, 4 Juni 2026. IHSG berkurang 206,8 poin atau 3,48 persen dan berakhir di ke level 5.734,25.
|Baca juga: Rupiah Tertekan, IHSG Berakhir di Bawah Level 6.000
Bahkan IHSG sempat menyentuh level 5.644, level terendahnya sejak November 2020. Sebanyak 22,84 miliar saham telah diperdagangkan pada perdagangan sesi I dengan nilai transaksi sebesar Rp 12,73 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 1.384.192 transaksi.
Tercatat sebanyak 63 saham mengalami kenaikan, 683 saham diperdagangkan menurun. Sedangkan 62 saham stagnan.
|Baca juga: Rupiah Tembus Rp18.043 per US$, BI Tingkatkan Intensitas Intervensi di Pasar
Sentimen penekan IHSG masih seputar pelemahan rupiah. Rupiah melemah ke Rp17.995 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis, turun 29 poin (0,16 persen) dibanding penutupan sebelumnya akibat penguatan dolar AS.
Kali ini faktor penekan rupiah bukan sentimen geopolitik tapi pernyataan hawkish Gubernur The Fed Dallas Lorie Logan yang menyatakan suku bunga AS masih berpotensi naik lagi tahun ini karena inflasi belum kembali ke target 2 persen.
Potensi kenaikan bunga The Fed akan membuat dolar makin menarik bagi investor dan mereka akan melepas mata uang emerging market, seperti rupiah. Sebelumnya, sejak awal Maret, dolar AS menguat seiring meletusnya perang AS-Israel melawan Iran yang memicu kenaikan harga minyak mentah, memicu permintaan dolar yang meningkat untuk membeli bahan bakar yang dihargai dengan greenback.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

