1
1

Survei: Akses Kredit Pertama Lewat Kredivo Naik 10 Kali Lipat di 2025

Peluncuran Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo di Jakarta, Kamis, 10 September 2026. | Foto: Media Asuransi/Muh Fajrul Falah

Media Asuransi, JAKARTA – Hasil studi dampak sosial dan ekonomi Kredivo yang dilakukan Kredivo Group bersama Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menyatakan jumlah pengguna yang mendapatkan akses kredit pertama melalui Kredivo meningkat 10 kali lipat pada 2025 daripada 2019.

Studi itu menunjukkan akses kredit pertama banyak menjangkau kelompok yang selama ini relatif sulit mendapatkan layanan keuangan formal. Sebanyak 48 persen penerima akses kredit pertama merupakan perempuan dan 57 persen berusia di bawah 30 tahun.

Sementara itu, 23 persen pengguna mengatakan Kredivo membantu mereka mendapatkan akses ke layanan kredit formal lainnya. Di segmen UMKM, sebanyak 40,6 persen peminjam modal usaha mendapatkan akses kredit usaha pertama melalui Kredivo.

Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI Paksi Walandouw mengatakan perempuan, generasi muda, dan pelaku UMKM merupakan kelompok yang cukup sulit dijangkau oleh sistem keuangan formal.

“Perempuan, generasi muda, dan pelaku UMKM merupakan kelompok yang paling sulit dijangkau sistem keuangan formal, namun justru menjadi bagian signifikan dari penerima akses kredit pertama melalui Kredivo,” kata Paksi dalam Peluncuran Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo di Jakarta, Kamis, 10 September 2026.

Menurut dia, yang perlu dilihat bukan hanya terbukanya akses kredit, tetapi juga bagaimana kredit tersebut digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha.

|Baca juga: Kredit Macet Industri Pindar Naik Jadi 4,32% hingga Juli 2026, Bos AFPI Ungkap Biang Keroknya!

|Baca juga: AFPI Buka-bukaan soal Asuransi Fintech Lending, Ternyata Ini Kendalanya!

Selain akses, studi tersebut mencatat penggunaan kredit untuk kebutuhan produktif terus meningkat. Porsi kredit produktif naik dari 52,3 persen pada 2019 menjadi 54,3 persen pada 2025. Jumlah pengguna yang memanfaatkan kredit sebagai modal usaha juga meningkat 15 kali lipat.

Head of Marketing Kredivo Indina Andamari mengatakan pihaknya mendorong agar akses kredit digunakan secara bertanggung jawab. Menurut dia, penggunaan kredit yang sehat dapat membantu masyarakat membangun rekam jejak keuangan.

“Di Kredivo, kami memandang PayLater sebagai titik awal bagi masyarakat untuk membangun reputasi finansialnya. Fokus kami adalah memastikan akses tersebut dimanfaatkan secara bertanggung jawab melalui edukasi, inovasi produk, dan praktik penyaluran kredit yang prudent,” ujar Indina.

Dari sisi kemampuan membayar, rata-rata rasio utang terhadap pendapatan atau Debt-to-Income Ratio (DTI) pengguna berada di kisaran 10 persen hingga 19 persen. Studi juga mencatat 58,7 persen pengguna yang teraktivasi dan bertransaksi pada 2023 memperoleh kenaikan limit berdasarkan rekam jejak pembayaran.

Dampak pembiayaan juga terlihat pada UMKM. Sebanyak 96,9 persen peminjam modal usaha merupakan pelaku usaha mikro. Dari jumlah itu, 34 persen mengalami peningkatan omzet 10-40 persen. Pada 2025, aktivitas Kredivo juga disebut berkontribusi sekitar Rp33 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Co-Founder dan Presiden Direktur Kredivo Indonesia Umang Rustagi mengatakan perkembangan kredit digital tidak hanya perlu dilihat dari besarnya penyaluran, tetapi juga manfaat yang dihasilkan bagi pengguna dan pelaku usaha.

“10 tahun lalu, Kredivo Group hadir di tengah kesenjangan kredit yang luas dengan visi menjembatani akses masyarakat terhadap layanan kredit yang mudah, cepat, dan terjangkau,” tutup Umang.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bhineka Life Buka Kantor Pemasaran di Gading Serpong Tangerang
Next Post BCA (BBCA) Perbesar Gedung dan Resmikan Status Baru KCP Kemiling

Member Login

or