Media Asuransi, JAKARTA – Pemanfaatan kredit digital untuk kebutuhan produktif terus meningkat. Studi Kredivo Group bersama Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) mencatat porsi kredit produktif melalui Kredivo mencapai 54,3 persen pada 2025, naik dari 52,3 persen pada 2019.
Studi yang melibatkan 730 pengguna dan 67 pelaku UMKM tersebut menunjukkan pembiayaan produktif mencakup kebutuhan kesehatan, pendidikan, renovasi rumah, hingga modal usaha. Pada periode yang sama, jumlah pengguna yang memanfaatkan kredit sebagai modal usaha tercatat meningkat 15 kali lipat.
Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI Paksi Walandouw mengatakan lebih dari separuh kredit yang disalurkan melalui Kredivo kini digunakan untuk kebutuhan produktif.
“Lebih dari separuh kredit yang disalurkan melalui Kredivo dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif,” kata Paksi dalam konferensi pers Satu Dekade Kredivo Group: Peluncuran Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi di Jakarta, Kamis, 10 September 2026.
“(Kondisi itu) menunjukkan kredit digital berkembang dari alat pemenuhan kebutuhan jangka pendek menjadi instrumen pembentukan kapasitas ekonomi jangka panjang. Hal ini didukung oleh meningkatnya literasi keuangan dan praktik manajemen risiko yang prudent,” tambah Paksi.
Menurut dia, perkembangan tersebut membuka peluang lebih besar bagi kredit digital untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional, terutama dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan formal.
|Baca juga: BTN (BBTN) Bidik Porsi Kredit Non-Perumahan Capai 30% di 2030
|Baca juga: Adhi Karya (ADHI) Beberkan Kinerja dan Strategi Bisnis di Public Expose Live 2026
Studi tersebut juga menemukan bahwa kredit digital menjadi salah satu pintu masuk masyarakat untuk memperoleh akses ke layanan kredit formal. Pada 2025, jumlah pengguna yang mendapatkan akses kredit pertama melalui Kredivo meningkat 10 kali lipat dibandingkan dengan 2019.
Sebanyak 23 persen pengguna juga mengaku Kredivo membantu mempermudah akses mereka terhadap layanan kredit formal lainnya. Sementara itu, pada segmen UMKM, sebanyak 40,6 persen peminjam modal usaha memperoleh akses kredit usaha pertama melalui Kredivo.
Paksi mengatakan perempuan, generasi muda, dan pelaku UMKM masih menjadi kelompok yang relatif sulit dijangkau oleh sistem keuangan formal. Namun, ketiga kelompok tersebut justru menjadi bagian signifikan dari penerima akses kredit pertama melalui Kredivo.
“Perempuan, generasi muda, dan pelaku UMKM merupakan kelompok yang paling sulit dijangkau sistem keuangan formal, namun justru menjadi bagian signifikan dari penerima akses kredit pertama melalui Kredivo,” ujarnya.
“Yang terpenting bukan sekadar terbukanya akses, tetapi bagaimana akses tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha. Di situlah dampak sosial dan ekonomi mulai terbentuk,” tambahnya.
Dari sisi pengelolaan utang, studi mencatat rata-rata Debt-to-Income Ratio (DTI) pengguna berada di kisaran 10-19 persen dari total pendapatan. Selain itu, sebanyak 58,7 persen pengguna yang telah teraktivasi dan bertransaksi pada 2023 mendapatkan kenaikan limit berdasarkan rekam pembayaran yang disiplin.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
