Media Asuransi, JAKARTA – Allianz Life Indonesia menargetkan pendapatan premi asuransi jiwa dapat tumbuh secara berkelanjutan di 2026. Berbagai macam strategi siap diimplementasikan termasuk mencari dukungan dari jaringan global yang dimiliki.
“Dengan dukungan jaringan global Allianz Group, strategi inovasi produk adaptif, dan komitmen perlindungan nasabah, Allianz Life Indonesia menargetkan pertumbuhan premi jiwa berkelanjutan di 2026,” kata Direktur & Country Chief Financial Officer Allianz Life Indonesia Gert de Rijke, kepada Media Asuransi, dikutip Senin, 22 Juni 2026.
|Baca juga: OJK Respons Catatan MSCI, Transparansi Pasar Modal Jadi Fokus Utama!
|Baca juga: Aktuaris Ingatkan Tekanan Inflasi Kesehatan, Klaim Asuransi Makin Terjepit di Tengah Pelemahan Rupiah
Ia menambahkan Allianz Life Indonesia optimistis target pertumbuhan asuransi jiwa yang berkelanjutan di tahun ini dapat tercapai meski ada sejumlah tantangan yang menghadang seperti inflasi medis. Kendati demikian, ia meyakini, tantangan itu bakal menjadi faktor untuk mendorong kebutuhan proteksi jiwa yang lebih relevan.
“Perusahaan tetap optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan. Kami memperkuat portofolio produk dengan menawarkan beragam produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah yang beragam, serta digitalisasi proses untuk memastikan customer journey yang efisien dan mudah diakses,” ucapnya.
View this post on Instagram
Mengutip data OJK, aset industri asuransi pada April 2026 mencapai Rp1.202,16 triliun atau naik 3,39 persen yoy dari posisi yang sama di tahun sebelumnya. Dari sisi asuransi komersil, total aset mencapai Rp984,20 triliun atau naik 4,65 persen yoy.
|Baca juga: OJK Ungkap Masih Ada 7 Perusahaan Asuransi Belum Punya Aktuaris
|Baca juga: Mirae Asset Sekuritas Sebut BI Punya Ruang untuk Lanjutkan Kenaikan Suku Bunga Acuan
Kinerja asuransi komersil berupa akumulasi pendapatan premi pada periode April 2026 mencapai Rp116,01 triliun, atau turun 0,36 persen yoy, terdiri dari premi asuransi jiwa yang tumbuh 3,28 persen yoy dengan nilai Rp62,58 triliun, dan premi asuransi umum dan reasuransi yang terkontraksi 4,32 persen yoy dengan nilai Rp53,43 triliun.
Industri asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi secara agregat mencatatkan Risk Based Capital (RBC) masing-masing sebesar 476,11 persen dan 311,74 persen (di atas threshold sebesar 120 persen).
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

