1
1

Apa Itu PAYDI? Pengertian, Cara Kerja, dan Risikonya Ala Allianz

Manajer investasi sedang mengamati market unitlink. | Foto: Allianz Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) masih menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang menginginkan perlindungan asuransi sekaligus peluang memperoleh hasil investasi. Namun, di tengah pemahaman masyarakat yang semakin baik terhadap risiko investasi, muncul pertanyaan: mengapa nasabah masih tertarik memilih PAYDI?

Jawabannya tidak semata-mata karena iming-iming hasil investasi. Bagi sebagian nasabah, PAYDI menawarkan kombinasi perlindungan dan investasi dalam satu produk yang dinilai praktis. Meski demikian, penting dipahami bahwa nilai investasi PAYDI dapat berfluktuasi dan hasilnya tidak dijamin. Karena itu, sebelum membeli, nasabah perlu memahami cara kerja, manfaat, biaya, serta risiko produk agar keputusan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan profil risikonya.

Dikutip dari laman Allianz, Kamis, 10 September 2026 disebutkan bahwa berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PAYDI merupakan produk asuransi yang memberikan manfaat perlindungan sekaligus potensi nilai investasi. OJK menerbitkan SEOJK Nomor 5/SEOJK.05/2022 tentang Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi untuk memperkuat perlindungan konsumen, terutama dari sisi pemasaran, transparansi informasi, dan tata kelola aset.

|Baca juga: Memahami Nilai Tunai dalam Unitlink (PAYDI), Kunci Menjaga Polis Tetap Aktif

Secara sederhana, PAYDI memiliki dua komponen utama:

  • Perlindungan asuransi, umumnya manfaat meninggal dunia sesuai ketentuan polis.
  • Komponen potensi nilai investasi nilainya dapat berkembang mengikuti kinerja subdana.

Artinya, dalam PAYDI, premi yang dibayarkan akan dialokasikan sesuai mekanisme produk dan ketentuan polis. Alokasi tersebut dapat digunakan untuk membentuk unit investasi, sementara biaya-biaya yang timbul selama polis berjalan dapat dibayarkan dari nilai investasi sesuai ketentuan produk.

Besaran alokasi premi dapat berbeda pada setiap produk. Misalnya, pada produk tertentu, sebagian premi pada periode awal dapat digunakan sebagai biaya akuisisi, sementara sebagian lainnya dialokasikan untuk membentuk unit investasi. Pada produk lainnya, premi dapat langsung dialokasikan untuk membentuk unit investasi.

Unit investasi yang terbentuk dapat digunakan untuk membayar biaya-biaya yang dibebankan selama polis berjalan, seperti biaya asuransi, biaya administrasi, dan biaya lain sesuai ketentuan polis.

Karena itu, penting untuk memahami bagaimana premi dialokasikan, biaya apa saja yang dikenakan, serta bagaimana biaya tersebut memengaruhi nilai investasi pada produk PAYDI yang dipilih.

 

Cara Kerja PAYDI

Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa tahap cara kerja PAYDI:

  1. Bayar Premi Sesuai Ketentuan Polis

Nasabah membayar premi sesuai jumlah, frekuensi, dan jangka waktu yang tercantum dalam polis. Sebelum memilih produk, pastikan mampu membayar premi secara berkelanjutan. Jangan hanya mempertimbangkan kemampuan membayar premi saat ini, tetapi juga kondisi finansial dalam jangka panjang.

  1. Premi Dialokasikan Sesuai Ketentuan Polis

Premi yang dibayarkan pada PAYDI akan dialokasikan sesuai mekanisme produk dan ketentuan polis. Pada produk tertentu, sebagian premi sebagai biaya akuisisi, sedangkan bagian lainnya membentuk unit investasi. Pada produk lainnya, premi dapat langsung dialokasikan untuk membentuk unit investasi.

|Baca juga: Mengenal Perbedaan Asuransi Tradisional vs Asuransi Unitlink

Sederhananya, nilai investasi pada PAYDI dapat diibaratkan seperti saldo yang digunakan untuk membayar biaya-biaya polis. Jika saldo tidak mencukupi, perlu ada penambahan dana sesuai ketentuan agar polis tetap dapat dipertahankan.

  1. Pilih Subdana Sesuai Profil Risiko

Bagian investasi pada PAYDI ditempatkan pada subdana dengan strategi investasi tertentu, yang mana setiap subdana dapat memiliki tingkat risiko dan potensi hasil yang berbeda.

  1. Nilai Investasi Dapat Naik Turun

Komponen investasi merupakan bagian yang perlu diperhatikan karena nilainya tidak selalu naik. Pergerakan pasar dapat membuat nilai investasi meningkat ataupun menurun.

OJK menegaskan bahwa ilustrasi investasi hanya merupakan gambaran kemungkinan hasil di masa mendatang dan bukan jaminan nilai investasi yang akan diterima. Kinerja investasi masa lalu juga tidak mencerminkan kinerja pada masa depan.

 

Apa Risiko PAYDI?

PAYDI memiliki risiko investasi yang perlu dipahami sebelum memilih produk. Risiko tersebut berkaitan dengan kinerja subdana dan kondisi pasar yang dapat memengaruhi nilai investasi. Beberapa risiko investasi yang dapat terjadi antara lain:

  1. Risiko Harga Unit Turun

Harga unit dapat turun akibat penurunan harga efek investasi yang menjadi bagian dari portofolio subdana. Kondisi ini dapat menyebabkan nilai investasi ikut menurun.

  1. Risiko Pasar

Pergerakan harga pasar, kinerja penerbit efek investasi, maupun perubahan nilai valuasi efek investasi dapat memengaruhi kinerja subdana dan nilai investasi.

  1. Risiko Likuiditas

Pencairan atau penarikan nilai investasi bergantung pada kondisi likuiditas portofolio subdana. Dalam kondisi tertentu, terutama ketika likuiditas pasar rendah, nilai investasi yang diterima dapat terdampak.

  1. Risiko Perubahan Kondisi Ekonomi dan Politik

Perubahan kondisi ekonomi dan stabilitas politik dapat memengaruhi pasar modal dan pasar finansial, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kinerja subdana.

  1. Risiko Kredit

Risiko ini dapat terjadi apabila pihak ketiga sebagai penerbit efek investasi tidak mampu memenuhi kewajibannya. Kondisi tersebut dapat memberikan dampak terhadap kinerja subdana.

|Baca juga: Apa Itu Cuti Premi di Asuransi PAYDI? Simak Penjelasannya

  1. Risiko Tingkat Suku Bunga

Perubahan tingkat suku bunga, baik kenaikan maupun penurunan, dapat memengaruhi harga efek investasi dan kinerja subdana.

  1. Risiko Mitra Pengimbang

Risiko ini dapat terjadi apabila mitra pengimbang yang terlibat dalam pengelolaan investasi tidak dapat memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku.

  1. Risiko Pembatalan

Risiko yang dapat muncul ketika pemegang polis melakukan penarikan nilai investasi atau penebusan polis sebelum jatuh tempo efek dalam portofolio subdana. Nilai yang diterima akan dihitung berdasarkan harga unit yang berlaku setelah memperhitungkan biaya-biaya sesuai ketentuan.

 

Apakah PAYDI Menjamin Keuntungan?

Tidak. Nilai investasi PAYDI dapat naik maupun turun dan hasilnya tidak dapat dipastikan karena dipengaruhi oleh kinerja subdana serta berbagai kondisi pasar. Karena itu, penting memahami profil risiko subdana, ketentuan produk, biaya, serta risiko investasi sebelum memilih PAYDI.

Dipertimbangkan Sebelum Pilih PAYDI

Memahami cara kerja PAYDI saja belum cukup, nasabah juga perlu memastikan produk yang dipilih benar-benar sesuai dengan kondisi dan tujuan keuangan.

  1. Tujuan Keuangan

Tentukan tujuan keuangan sebelum memilih PAYDI. Misalnya, apakah fokus utamamu adalah mendapatkan perlindungan jiwa jangka panjang sekaligus memiliki potensi pertumbuhan nilai investasi?

  1. Kebutuhan Perlindungan

Perhatikan besarnya manfaat perlindungan yang dibutuhkan, termasuk uang pertanggungan dan manfaat tambahan jika tersedia. Jangan sampai terlalu fokus pada potensi nilai investasi, tetapi kebutuhan perlindungan keluarga justru kurang diperhatikan.

|Baca juga: Ikuti Aturan Baru PAYDI, Allianz Indonesia Perkuat Transparansi dan Kinerja Investasi

OJK juga memasukkan kebutuhan jenis manfaat asuransi, uang pertanggungan, serta jangka waktu pertanggungan sebagai bagian dari penilaian kebutuhan calon pemegang polis.

  1. Jangka Waktu

PAYDI pada dasarnya merupakan produk jangka panjang. Karena itu, pastikan memiliki kemampuan finansial untuk mempertahankan polis sesuai ketentuannya.

OJK secara khusus mengingatkan bahwa PAYDI tidak sesuai bagi orang yang memiliki kebutuhan penggunaan dana dari produk tersebut dalam jangka pendek.

  1. Profil Risiko

Kenali apakah Anda nasabah jenis investor konservatif, moderat, atau agresif. Profil risiko ini membantu menentukan pilihan subdana yang lebih sesuai dengan toleransi terhadap naik-turunnya nilai investasi.

  1. Pahami Biaya dan Ketentuan Polis

Sebelum mengambil keputusan, pelajari ilustrasi dan polis dengan teliti. Perhatikan manfaat perlindungan, pilihan subdana, biaya, risiko, ketentuan pembayaran premi, serta ketentuan penarikan atau pengalihan dana.

  1. Review Polis dan Nilai Investasi Secara Berkala

Memilih PAYDI bukan berarti selesai setelah polis diterbitkan. Lakukan review polis secara berkala untuk memastikan manfaat perlindungan yang dimiliki masih sesuai kebutuhan dan perhatikan juga perkembangan nilai investasi.

Hal ini penting karena nilai investasi dapat berubah mengikuti kinerja subdana. Di sisi lain, nilai investasi dapat digunakan untuk membayar biaya-biaya polis sesuai ketentuan produk. Jika nilai investasi tidak mencukupi, mungkin perlu top up sesuai ketentuan agar polis tetap dapat dipertahankan dan manfaat perlindungan tetap berjalan.

Dengan melakukan review secara berkala, akan dapat mengetahui kondisi polis dan nilai investasi yang dimiliki, sekaligus mempertimbangkan apakah diperlukan penyesuaian atau top up untuk menjaga keberlangsungan perlindungan.

Editor : Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Seluruh Bandara InJourney Airports Kembali Beroperasi Usai Erupsi Anak Krakatau

Member Login

or