1
1

Bos Victoria Alife Sebut PSAK 117 Tidak Jadi Beban, Begini Strategi yang Disiapkan!

Ilustrasi. | Foto: Victoria Alife Indonesia (V-Life)

Media Asuransi, JAKARTA – Penerapan PSAK 117 ternyata bukan jadi masalah bagi PT Victoria Alife Indonesia (V-Life). Di saat banyak perusahaan asuransi masih beradaptasi dengan standar akuntansi baru tersebut, V-Life mengaku sudah lebih dulu menyelesaikan pelaporan keuangannya bahkan sebelum regulator memberikan relaksasi.

Direktur Utama V-Life Nefritiri Wibowo mengatakan perusahaan tidak menghadapi kendala berarti dalam implementasi PSAK 117 karena model bisnis yang relatif sederhana membuat proses penyesuaian lebih mudah dilakukan.

“Kami sudah lapor. Bahkan kami sudah kirim laporan pada Juli, baru setelah itu keluar relaksasi sampai Agustus. Jadi buat kami memang lanjut terus, tidak ada isu,” ujar Nefritiri, kepada Media Asuransi, dikutip Selasa, 4 Agustus 2026.

|Baca juga: Dapat Restu OJK, Jahja Anwar Resmi Jadi Direktur Utama Clipan Finance (CFIN)

|Baca juga: Inilah 10 Universitas di Jakarta yang Paling Aktif dalam Diskursus Publik

Menurut dia, struktur bisnis V-Life menjadi salah satu faktor yang membuat implementasi PSAK 117 berjalan lebih mulus. Perusahaan hanya mengandalkan satu jalur distribusi utama, yakni broker, yang menyumbang sekitar 98 persen bisnis, dengan portofolio produk yang juga terbatas.

“Produk kami cuma dua, yaitu term dan endowment. Bahkan kontribusi endowment juga kurang dari satu persen. Jadi bisnisnya masih bisa kami manage,” katanya.

Nefritiri menjelaskan sejak awal perusahaan telah menyiapkan sistem teknologi informasi yang mampu membagi komponen pelaporan sesuai kebutuhan PSAK 117. Data yang digunakan berasal dari General Ledger (GL), bukan lagi diolah secara manual dari sistem inti perusahaan.

|Baca juga: DBS: Kepercayaan Investor Bergantung pada Konsistensi Kebijakan, Review MSCI, hingga Gubernur BI Baru

|Baca juga: Semester I/2026, Laba Indofood CBP (ICBP) dan Indofood (INDF) Kompak Tertekan Akibat Rugi Selisih Kurs

“Yang penting faktor-faktor produknya sudah masuk ke sistem IT. Penarikannya dari GL system, bukan dari core system lagi. Jadi lebih mudah dikelola,” ujarnya.

Ia menilai tantangan implementasi PSAK 117 justru lebih besar bagi perusahaan yang telah lama menjual produk whole life karena harus melakukan perhitungan kontrak jangka panjang yang jauh lebih kompleks.

“Itu mungkin lebih berat buat perusahaan-perusahaan besar yang sudah puluhan tahun jual whole life. Kalau kami saya pikir tidak akan ada isu,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Permata Bank (BNLI) Catat Kredit Rp171,2 Triliun di Semester I/2026
Next Post Great Eastern Catat Laba Melonjak 43% di Semester I/2026

Member Login

or