Media Asuransi, JAKARTA – DBS Foundation meluncurkan riset berjudul ‘Indonesia Menuju Populasi Menua: Seberapa Siapkah Kita?‘. Riset ini menyoroti kesiapan Indonesia dalam menghadapi transisi demografi menuju populasi menua dengan memanfaatkan bonus demografi saat ini.
Peluncuran itu dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK RI Woro Srihastuti Sulistyaningrum, Artist, Entrepreneur and Founder of Cinta Laura Foundation Cinta Laura Kiehl, dan Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika
Populasi menua (ageing society) artinya 10 persen populasi telah berusia di atas 60 tahun. Di Indonesia, populasi lansia telah mencapai 12 persen di 2025, dan diproyeksikan mencapai lebih dari 20 persen di 2045.
Karena itu, kebutuhan dukungan terhadap populasi lansia akan turut naik dan memperbesar tekanan bagi generasi produksi saat ini dan di masa depan. Pertanyaannya, bukan seberapa banyak lansia, tetapi bagaimana Indonesia membangun kesiapan seluruh generasi agar setiap orang dapat hidup dan menua dengan sehat, produktif, dan mandiri.
Menghadapi tren ini, DBS Foundation mempertegas komitmennya dalam membantu kesiapan sosial dan finansial masyarakat rentan lintas generasi. Adapun ageing society merupakan isu penting bagi DBS karena memiliki implikasi bagi seluruh generasi.
“Di DBS Foundation, kami percaya persiapan menghadapi populasi menua perlu dipersiapkan sejak usia produktif,” kata Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika, dikutip dari keterangan resminya, Jumat, 18 September 2026.
|Baca juga: Genjot Bisnis Wealth Management, HSBC Hadirkan Batavia Gold Sharia Equity USD
Untuk itu, pihaknya berkomitmen untuk mendukung kesiapan masyarakat rentan agar lebih tangguh secara sosial dan finansial melalui peningkatan akses pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, literasi dan inklusi keuangan, hingga persiapan pensiun.
|Baca juga: Citi: Likuiditas Jadi Fokus Utama di Tengah Disrupsi Rantai Pasok Global yang Berkelanjutan
“Kami ingin setiap orang dapat dapat menjalani proses menua dengan sehat, produktif, sejahtera, dan mandiri,” ujar Mona Monika.
Artist, Entrepreneur and Founder of Cinta Laura Foundation Cinta Laura Kiehl juga melihat kesiapan masa depan sebagai bagian dari keputusan yang dapat dibangun sejak usia produktif termasuk membangun kebiasaan sehat, terus mengembangkan diri, dan mulai memikirkan kebutuhan finansial sejak dini.
“Kemandirian di masa depan dibangun dari keinginan untuk terus belajar. Namun, kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dan mengembangkan kapasitas diri belum dimiliki semua orang,” ujar Cinta.
Temuan riset menunjukkan kesiapan menghadapi populasi menua perlu dibangun sepanjang siklus kehidupan dan di berbagai sektor. Pemerintah memiliki peran penting dalam penguatan kebijakan lintas sektor.
Langkah itu sebagai agenda pembangunan jangka panjang, mulai dari akses pendidikan dan kesehatan, kesempatan kerja, perlindungan sosial, hingga layanan yang mendukung kualitas hidup di usia lanjut. Pendekatan life-course menjadi penting agar kebutuhan masyarakat dapat saling terhubung.
“Kita perlu memastikan setiap tahapan kehidupan mendapat perhatian yang tepat, mulai dari masa awal kehidupan, pendidikan, usia produktif, hingga memasuki usia lanjut,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK RI Woro Srihastuti Sulistyaningrum.
Karena itu, lanjutnya, berbagai program pemerintah diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat di setiap fase dapat terpenuhi.
“Dengan pendekatan ini, kita tidak hanya mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi usia lanjut, tetapi juga membangun fondasi agar mereka dapat menjalani kehidupan yang sehat, produktif, dan sejahtera sejak dini,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
