1
1

Permata Bank (BNLI) Catat Kredit Rp171,2 Triliun di Semester I/2026

Gedung Permata Bank. | Foto: Permata Bank

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank mencatat penyaluran kredit sebesar Rp171,2 triliun di semester I/2026 atau tumbuh 5,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan kredit segmen korporasi sebesar 9,7 persen YoY di semester I/2026 menjadi Rp106,4 triliun, serta segmen komersial yang tumbuh 5,7 persen YoY menjadi Rp21,9 triliun.

Dari segmen konsumer, komitmen Permata Bank untuk mendukung pembiayaan inklusif dan berdampak sosial tercermin melalui penyaluran pembiayaan UKM yang mencapai Rp7 triliun, meningkat 11,8 persen dibandingkan dengan semester I/2025.

|Baca juga: Dapat Restu OJK, Jahja Anwar Resmi Jadi Direktur Utama Clipan Finance (CFIN)

|Baca juga: Inilah 10 Universitas di Jakarta yang Paling Aktif dalam Diskursus Publik

Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli mengungkapkan sebagai bagian dari lembaga intermediasi keuangan di Indonesia, Permata Bank terus berkomitmen mendukung penyaluran kredit kepada masyarakat dengan terus menjaga kualitas aset melalui penerapan prinsip kehati-hatian serta pemantauan portofolio secara disiplin.

“Pendekatan ini memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus menjaga stabilitas dalam industri perbankan yang dinamis,” kata Meliza, dikutip dari keterangan resminya, Selasa, 4 Agustus 2026.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, kualitas aset tetap terjaga baik. Rasio NPL Gross dan Loan at Risk (LAR) masing-masing berada pada level 2,1 persen dan 5,9 persen, relatif stabil dibandingkan dengan semester I/2025 yang masing-masing tercatat sebesar 2,1 persen dan 7,0 persen.

Permata Bank juga mempertahankan NPL Coverage dan rasio LAR Coverage yang prudent, masing-masing di level 367,5 persen dan 128,8 persen, sebagai langkah konservatif dalam menjaga kecukupan pencadangan terhadap potensi risiko kredit.

“Selain itu, Permata Bank secara konsisten menjalankan langkah-langkah penyelesaian kredit bermasalah melalui restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset,” ucapnya.

Permata Bank mempertahankan struktur permodalan yang kuat hingga semester I/2026, tercermin dari rasio CAR dan CET-1 yang masing-masing berada di 33,0 persen dan 24,7 persen. Pencapaian tersebut menempatkan rasio permodalan Permata Bank sebagai salah satu yang terkuat di antara bank-bank komersial besar di Indonesia.

|Baca juga:  Industri Asuransi Tunggu Aturan Pajak Baru Usai Penerapan PSAK 117

|Baca juga: PSAK 117 Mulai Berlaku, AAJI Ajak Publik Pahami Cara Baru Membaca Laporan Keuangan Asuransi

“Fondasi permodalan yang solid ini memberikan ruang yang kuat bagi Permata Bank untuk terus mengakselerasi strategi pertumbuhan, baik melalui ekspansi bisnis secara organik maupun peluang anorganik, sekaligus memperkuat ketahanan dalam menghadapi dinamika industri perbankan yang terus berkembang,” tuturnya.

Di sisi lain, Permata Bank Unit Usaha Syariah mencatatkan kinerja operasional positif dengan laba operasional sebelum provisi mencapai Rp396,2 miliar, tumbuh 2,6 persen YoY. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan operasional lainnya 57,5 persen YoY.

Melalui semangat ‘Syariah untuk Semua’, Permata Bank menghadirkan layanan keuangan berbasis prinsip syariah yang inklusif, modern, dan relevan bagi seluruh segmen masyarakat di setiap tahap kehidupan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Asuransi Jasa Tania (ASJT) Pastikan Tidak Ada Aksi Korporasi di Tengah Volatilitas Saham
Next Post Bos Victoria Alife Sebut PSAK 117 Tidak Jadi Beban, Begini Strategi yang Disiapkan!

Member Login

or