1
1

NPL BRI (BBRI) Turun Jadi 2,9% di Semester I/2026

Menara BRI. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI mencatat perbaikan kualitas aset hingga akhir triwulan II/2026. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) BRI turun menjadi 2,9 persen dari 3,0 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbaikan kualitas aset tersebut terjadi di tengah ekspansi kredit dan pembiayaan BRI yang mencapai Rp1.646 triliun hingga akhir Juni 2026, tumbuh 16,2 persen secara tahunan (yoy). Perseroan juga mencatat perbaikan Cost of Credit (CoC) dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan pertumbuhan bisnis perseroan terus diupayakan berjalan seiring dengan penguatan fundamental dan kualitas aset. Berbagai indikator tersebut menunjukkan pertumbuhan yang BRI capai semakin berkualitas.

|Baca juga: Laba BRI (BBRI) Naik 17,5%, Tembus Rp31,2 Triliun di Semester I/2026

“Funding semakin efisien, efisiensi operasional membaik, kualitas aset semakin sehat, dan kemampuan BRI dalam menghasilkan return juga semakin kuat,” ujar Hery dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Selasa, 1 September 2026.

Selain NPL dan CoC, efisiensi operasional BRI juga membaik. Cost to Income Ratio (CIR) turun dari 41,9 persen pada triwulan II/2025 menjadi 39,2 persen pada triwulan II/2026.

|Baca juga: Kredit UMKM BRI (BBRI) Tembus Rp1.235 Triliun hingga Juni 2026

Dari sisi pendanaan, Cost of Fund (CoF) secara bank only juga turun dari 3,0 persen menjadi 2,4 persen. Penurunan tersebut menunjukkan adanya perbaikan efisiensi biaya pendanaan perseroan.

Perbaikan kualitas aset dan efisiensi tersebut turut menopang profitabilitas BRI. Return on Asset (ROA) perseroan tetap berada di kisaran 2,7 persen, sementara Return on Equity (ROE) meningkat dari 16,6 persen menjadi 18,8 persen.

Di sisi lain, ekspansi kredit BRI tetap berlanjut dengan fokus yang kuat pada segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hingga akhir Juni 2026, kredit UMKM mencapai Rp1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6 persen yoy.

Porsi kredit UMKM tersebut mencapai sekitar 75,1 persen dari keseluruhan portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group. Perseroan menyatakan penguatan bisnis mikro dilakukan melalui penyempurnaan proses bisnis, penguatan kapabilitas tenaga pemasar atau mantri, serta penerapan manajemen risiko yang semakin granular.

“Transformasi yang kami jalankan bukan semata untuk mengejar pertumbuhan yang tinggi. Fokus kami adalah memastikan BRI memiliki mesin pertumbuhan yang semakin terdiversifikasi, sehat, berkualitas, dan berkelanjutan,” pungkas Hery.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Kredit UMKM BRI (BBRI) Tembus Rp1.235 Triliun hingga Juni 2026
Next Post Asuransi Jiwa Bayarkan Klaim dan Manfaat Capai Rp75,57 Triliun di Semester I 2026

Member Login

or