1
1

Marsh: Pasar Asuransi Indonesia Kini Lebih Menguntungkan bagi Pembeli

Ilustrasi. | Foto: Kindel Media via Pexels

Media Asuransi, JAKARTA – Marsh Insurance Market Index Q2 2026 menunjukkan Indonesia berada dalam kondisi pasar yang lebih menguntungkan bagi pembeli. Hal itu seiring tarif asuransi komersial di Asia yang turun lima persen dan tarif global yang turun enam persen.

Mengutip Asia Insurance Market Index terbaru dari Marsh, yang juga memuat perkembangan pasar Indonesia dan implikasinya bagi dunia usaha, Senin, 3 Agustus 2026, menyebutkan di tingkat Asia, kondisi pasar tetap kompetitif.

“Dengan penurunan tarif pada lini properti minus lima persen, casualty minus tiga persen, financial and professional lines minus tujuh persen, dan siber minus delapan persen,” kata Marsh, dalam laporannya.

Untuk Indonesia, salah satu poin pasar yang terverifikasi adalah bahwa tarif professional liability tetap stabil pada kuartal II/2026, sementara di sebagian besar pasar Asia justru mengalami penurunan.

Secara regional, kapasitas pasar asuransi yang masih besar dan kompetisi yang kuat membuka peluang bagi klien di Indonesia untuk meninjau kembali struktur program, limit, retensi, dan wording polis saat perpanjangan polis.

|Baca juga: PSAK 117 Ubah Cara Menilai Kinerja Asuransi, Pendapatan Premi Bukan Lagi Acuan Utama

|Baca juga: Laba Bersih Tugu Insurance (TUGU) Naik 76,87% di Semester I/2026

Pasar saat ini juga semakin memberikan keuntungan bagi risiko yang dikelola dengan baik, terutama bagi klien yang dapat menunjukkan governance yang kuat, rekam jejak klaim yang baik, dan kontrol risiko yang solid.

Sedangkan siber tetap menjadi area yang penting untuk diperhatikan. Kompetisi meningkat dan kapasitas di Asia terus membaik, namun perusahaan asuransi juga semakin berhati-hati terhadap eksposur terkait AI dan systemic cyber risk.

Bagi perusahaan di Indonesia, ini menjadi momentum yang tepat untuk meninjau kembali ketahanan siber, governance, dan kecukupan perlindungan asuransi, sejalan dengan upaya optimasi program asuransi secara lebih menyeluruh.

“Secara keseluruhan, kondisi pasar saat ini bukan hanya soal keringanan premi, tetapi juga tentang bagaimana klien di Indonesia dapat memperoleh nilai yang lebih baik dan perlindungan yang lebih kuat,” kata laporan Marsh.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Perkuat Tata Kelola JKN, BPJS Kesehatan Gandeng 4 Kementerian dan Lembaga
Next Post IHSG Senin Ditutup Melemah ke 6.234

Member Login

or