1
1

Negara Ini Diramal Jadi Pasar Asuransi dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia

Ilustrasi. | Foto: Freepik/jcomp

Media Asuransi, GLOBAL – India diperkirakan menjadi pasar asuransi dengan pertumbuhan tercepat di dunia dalam 10 tahun ke depan. Allianz memproyeksikan total premi asuransi di negara tersebut akan tumbuh rata-rata 10,7 persen per tahun hingga 2036.

Dilansir dari Insurance Asia, Selasa, 4 Agustus 2026, pertumbuhan ini didorong oleh naiknya pendapatan masyarakat, semakin besarnya kelas menengah, serta dukungan kebijakan pemerintah.

Allianz Global Insurance Report 2026 menyatakan India sudah masuk dalam 10 besar pasar asuransi dunia pada 2025 dengan total premi bruto mencapai US$142,5 miliar.Namun, tingkat kepemilikan asuransi di negara itu masih tergolong rendah.

|Baca juga: Dapat Restu OJK, Jahja Anwar Resmi Jadi Direktur Utama Clipan Finance (CFIN)

|Baca juga: Inilah 10 Universitas di Jakarta yang Paling Aktif dalam Diskursus Publik

Penetrasi asuransi baru mencapai 3,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), lebih rendah dibandingkan dengan China sebesar 4,4 persen dan Thailand sebesar 5,1 persen.

Pengeluaran masyarakat India untuk membeli produk asuransi juga masih kecil. Rata-rata setiap orang hanya membelanjakan sekitar US$97,7 untuk asuransi pada 2025. Sebagai perbandingan, rata-rata pengeluaran di China mencapai US$605,7 per orang, sedangkan di Thailand sebesar US$420,7.

Asuransi jiwa masih menjadi tulang punggung industri asuransi India dengan porsi 74 persen dari total premi pada 2024. Sementara itu, asuransi umum, termasuk asuransi kendaraan, kecelakaan diri, dan perjalanan, menyumbang 16 persen. Adapun asuransi kesehatan berkontribusi 10 persen.

Allianz memperkirakan premi asuransi jiwa akan tumbuh rata-rata 10,5 persen per tahun hingga 2036. Premi asuransi umum diproyeksikan naik 10,2 persen per tahun, sedangkan asuransi kesehatan diperkirakan mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni 12,5 persen per tahun.

|Baca juga: Laba Bersih Tugu Insurance (TUGU) Naik 76,87% di Semester I/2026

|Baca juga: Danamon (BDMN) Siapkan D-Bank PRO Jadi Platform Utama Layanan Finansial Terintegrasi

Jika proyeksi tersebut tercapai, premi asuransi jiwa India akan mencapai US$318,4 miliar pada 2036. Sementara itu, premi asuransi umum diperkirakan mencapai US$65,9 miliar dan premi asuransi kesehatan sekitar US$52 miliar.

Di segmen asuransi umum, asuransi kendaraan bermotor masih menjadi penyumbang premi terbesar dengan porsi 52 persen. Meski asuransi tanggung jawab pihak ketiga diwajibkan, namun lebih dari separuh kendaraan di India diperkirakan belum memiliki perlindungan asuransi.

Sementara itu, asuransi pertanian menyumbang sekitar 16 persen dari total premi asuransi umum. Besarnya porsi ini mencerminkan pentingnya sektor pertanian dalam perekonomian India.

Menurut Allianz, masih terbatasnya perlindungan sosial di India membuka peluang besar bagi pertumbuhan industri asuransi. Saat ini, sekitar 64,3 persen penduduk telah tercakup dalam sedikitnya satu program jaminan sosial. Namun, perlindungan dana pensiun baru menjangkau 45,8 persen penduduk usia kerja.

|Baca juga: PSAK 117 Mulai Berlaku, AAJI Ajak Publik Pahami Cara Baru Membaca Laporan Keuangan Asuransi

|Baca juga: PSAK 117 Ubah Cara Menilai Kinerja Asuransi, Pendapatan Premi Bukan Lagi Acuan Utama

Selain itu, hanya sekitar 12 persen tenaga kerja yang bekerja di sektor formal dan memiliki perlindungan pensiun. Di sisi lain, masyarakat masih harus menanggung sendiri sekitar 43,9 persen biaya layanan kesehatan. Kondisi ini diperkirakan mendorong kebutuhan terhadap produk asuransi, terutama asuransi kesehatan.

Allianz menilai kenaikan pendapatan masyarakat, berkembangnya kelas menengah, perubahan regulasi, serta program ‘Insurance for All by 2047’ dari Pemerintah India akan menjadi pendorong utama pertumbuhan industri asuransi di negara tersebut dalam beberapa tahun mendatang.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Great Eastern Catat Laba Melonjak 43% di Semester I/2026
Next Post Semester I/2026, Asuransi Maximus (ASMI) Perkuat Fundamental di Tengah Tekanan Kinerja

Member Login

or