1
1

Bank Indonesia Menilai Inflasi IHK Mei 2026 Tetap Terjaga

Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2026 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1persen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IHK pada Mei 2026 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,28 persen month to month (mtm), sehingga secara tahunan IHK mengalami inflasi sebesar 3,08 persen year on year (yoy).

Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasarannya ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) serta penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional.

“Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi.

|Baca juga: Ekspor Indonesia April 2026 Mencapai US$25,30 Miliar, Naik 5,48%

BPS menyampaikan bahwa inflasi inti pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,22 persen mtm, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,23 persen mtm. Perkembangan inflasi inti tersebut dipengaruhi terutama oleh kenaikan harga minyak goreng di tengah ekspektasi inflasi yang tetap terjaga.
Secara tahunan, inflasi inti pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,59 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,44 persen yoy.

|Baca juga: Daftar 5 Bos Baru OJK, dari Pengawas Emiten hingga Aset Kripto!

Sedangkan kelompok volatile food pada Mei 2026 mengalami inflasi sebesar 0,22 persen mtm, lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya yang tercatat deflasi sebesar 0,88 persen mtm. Inflasi kelompok volatile food disumbang terutama oleh komoditas cabai merah, bawang merah, tomat, dan beras seiring penurunan pasokan yang disebabkan oleh gangguan produksi akibat cuaca ekstrem dan berakhirnya musim panen raya di tengah kenaikan permintaan pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha.

|Baca juga: Inflasi pada Mei 2026 Mencapai 3,08%

Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 6,24 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,37 persen yoy. Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan tetap terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara Bank Indonesia bersama TPIP dan TPID, serta penguatan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Sementara itu, kelompok administered prices pada Mei 2026 mengalami inflasi sebesar 0,52 persen mtm, lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,69 persen mtm. Inflasi kelompok administered prices terutama disumbang oleh komoditas bahan bakar rumah tangga, bensin, dan tarif angkutan udara seiring dengan penyesuaian harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi, Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, dan avtur akibat kenaikan harga energi global.

Secara tahunan, kelompok administered prices tercatat inflasi sebesar 2,07 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,53 persen yoy.

Editor: S. Edi Santosa

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Biaya Berobat Mandiri Masih Tinggi, OJK Genjot Pertumbuhan Asuransi Kesehatan!
Next Post OJK Wanti-wanti Dampak Suku Bunga Tinggi terhadap Industri Asuransi

Member Login

or