Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat perbaikan kondisi perekonomian Indonesia pada triwulan III/2026. Berdasar laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III/2026 tercatat 5,47 persen year on year (yoy). Meningkat dari pertumbuhan ekonomi pada triwulan sebelumnya yang sebesar 5,29 persen yoy.
Bank Indonesia meyakini bahwa berlanjutnya berbagai stimulus pemerintah, membaiknya ekspektasi pelaku ekonomi, serta menguatnya berbagai sumber pertumbuhan ekonomi diprakirakan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik sehingga secara keseluruhan tahun 2026 diprakirakan berada dalam kisaran 4,9-5,7 persen.
|Baca juga: Menko Perekonomian Soroti Dinamika Global yang Tekan Ekonomi RI di 2026
“Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas dengan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III/2026 terutama ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik terkait konsumsi dan investasi. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,04 persen yoy seiring peningkatan mobilitas masyarakat serta berbagai gelaran pertunjukan dan olahraga.
Konsumsi Pemerintah tumbuh sebesar 8,95 persen yoy bersumber dari peningkatan realisasi belanja pegawai terutama pada gaji dan tunjangan Aparatur Sipil Negara (ASN), serta belanja barang dan jasa diantaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh sebesar 5,02 persen yoy.
|Baca juga: Menko Perekonomian: Tumbuh 5,47% pada Triwulan III/2026 Ketahanan Ekonomi Indonesia Lebih Bagus
Investasi tumbuh sebesar 6,06 persen yoy didorong oleh pertumbuhan subkomponen kendaraan serta investasi pemerintah dan swasta sejalan dengan meningkatnya realisasi penanaman modal. Sementara itu, ekspor tumbuh sebesar 4,59 persen yoy ditopang oleh permintaan mitra dagang utama.
Dari sisi Lapangan Usaha (LU), seluruh LU menunjukkan kinerja positif. LU Industri Pengolahan dan LU Perdagangan sebagai kontributor utama pertumbuhan tercatat meningkat didorong oleh permintaan domestik dan eksternal. LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh positif sejalan dengan peningkatan okupansi hotel dan konsumsi masyarakat untuk makanan dan minuman.
Selain itu, LU Konstruksi juga mencatatkan pertumbuhan yang baik ditopang olah pembangunan proyek infrastruktur oleh pemerintah dan swasta. Dari sisi spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan III 2026 tertinggi tercatat di Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti oleh Jawa, Sulawesi, Sumatera, Maluku dan Papua, serta Kalimantan.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
