Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APARI), sebagai asosiasi profesi terdepan yang mewakili para ahli pialang asuransi dan reasuransi di Indonesia, kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem industri asuransi yang kompeten dan berdaya saing.

Melalui Departemen Literasi dan Pengembangan Profesi (DeLiPro), APARI sukses menyelenggarakan Marine Fest 2026 di kantor PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), Jakarta Utara. Melalui Marine Fest 2026, APARI menghadirkan dialog lintas pemangku kepentingan untuk meningkatkan kompetensi teknis dan pengelolaan klaim di industri perkapalan
|Baca juga: Bos APARI Beberkan Tantangan Pemenuhan Modal Usai POJK 24/2023 Terbit
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda strategis APARI dalam memperkuat kapasitas profesional para pialang asuransi dan reasuransi Indonesia di segmen maritim — sebuah sektor yang memiliki peran vital mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan salah satu jalur pelayaran tersibuk secara global.

Marine Fest 2026 dihadiri oleh lebih dari 380 peserta, terdiri atas sekitar 200 peserta hadir secara langsung (offline) dan 180 peserta bergabung secara daring (online). Antusiasme yang tinggi ini mencerminkan relevansi program literasi yang APARI hadirkan bagi para broker, underwriter, pemilik kapal (shipowner), surveyor, adjuster, serta reasuradur di seluruh Indonesia.

APARI Penggerak Literasi dan Standar Profesi
Sesuai mandat APARI sebagai asosiasi profesi, Marine Fest 2026 dirancang untuk menjembatani kesenjangan kompetensi teknis di kalangan pelaku industri asuransi maritim.
|Baca juga: OJK: Tren Klaim Asuransi Kesehatan Masih Meningkat, tapi Tetap Terkendali
Mengusung tema “Marine Hull Insurance & Ship Classification: Integrating Technical Assessment, Risk Management, and Claims Resolution in Indonesia’s Maritime Industry”, APARI memposisikan forum ini sebagai ruang dialog teknis yang end-to-end — mulai dari aspek klasifikasi dan survei kapal hingga penyelesaian klaim.
APARI secara strategis menghadirkan tiga narasumber dari lembaga berbeda guna memastikan perspektif yang komprehensif dan terintegrasi bagi para peserta:
- Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) — Fondasi Teknis untuk Underwriting dan Klaim
BKI menegaskan bahwa kelaiklautan kapal (seaworthiness) merupakan dasar utama dalam proses underwriting maupun penanganan klaim asuransi.
- Asuka Bahari Nusantara — Perspektif Surveyor dan Risk-Based Management
Sebagai surveyor independen, Asuka Bahari Nusantara menyoroti berbagai risiko operasional kapal yang lazim ditemui di lapangan, antara lain grounding, capsizing, sinking, serta kerusakan mesin.
- Sedgwick Adjusters — Penyelesaian Klaim dan Peran Classification Society
Sedgwick Adjusters memperkaya forum dengan perspektif klaim, menegaskan bahwa classification society memiliki peran sentral dalam menentukan validitas klaim.
|Baca juga: Ini Sikap OJK terkait Putusan KPPU tentang Dugaan Kartel Bunga Industri Pindar
Dampak nyata bagi kompetensi profesional anggota APARI Marine Fest 2026 berlangsung dengan dinamis dan interaktif. Kedalaman diskusi, tingginya volume pertanyaan praktis dari peserta, serta permintaan spontan atas penyelenggaraan sesi lanjutan menunjukkan bahwa program ini secara langsung menyentuh kebutuhan nyata di lapangan.
Materi yang disampaikan dinilai:
- Relevan dan aplikatif terhadap tantangan yang dihadapi broker sehari-hari
- Memberikan wawasan end-to-end dari aspek teknis hingga penyelesaian klaim
- Secara signifikan meningkatkan kompetensi profesional peserta dalam segmen asuransi maritim.
APARI Rail Fest: Inovasi Experiential Learning Berikutnya
Sebagai wujud komitmen APARI yang berkelanjutan dalam mendorong literasi dan pengembangan profesi, DeLiPro APARI telah merancang program berikutnya:
APARI Rail Fest. Program ini menghadirkan pendekatan experiential learning yang inovatif dengan memadukan seminar dan sesi berbagi pengetahuan selama perjalanan kereta menuju Bandung, serta sesi networking dan diskusi interaktif dalam suasana yang lebih kolaboratif dan personal.
“Marine Fest 2026 bukan sekadar seminar — ini adalah wujud nyata peran APARI sebagai asosiasi profesi yang aktif membangun kapasitas anggotanya. APARI berkomitmen menghadirkan program-program yang menjawab kebutuhan teknis dan praktis di lapangan, sehingga para pialang Indonesia semakin handal dalam melayani klien di segmen maritim.”
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
