1
1

Hari Asuransi dan Upaya Mendongkrak Literasi

Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia, Yulius Bhayangkara (tiga dari kiri) menyerahkan estafet kepanitiaan Hari Asuransi 2027 kepada Sekretaris Jenderal I APPARINDO, Stanley Soripada (tiga dari kanan) disaksikan Ketua Panitia Hari Asuransi 2026, Cicilia Nina (kanan), Ketua Bidang Kanal Distribusi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Hengky Djojosantoso (dua dari kiri) Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan (kanan) dan Ketua Asosiasi Penilai Kerugian Asuransi Indonesia (APKAI), Rio Darante (dua dari kanan). | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Oktober merupakan bulan yang penting bagi industri perasuransian, khususnya di Indonesia. Tanggal 18 Oktober diperingati sebagai Hari Asuransi ( Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Bulan Inklusi Keuangan Insurance Day). Selain itu, Oktober ditetapkan oleh (BIK). Oleh karena itu, biasanya Oktober diwarnai dengan aneka kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai perlunya pelindungan asuransi bagi mereka.

Pada 2026, Hari Asuransi mengusung tema “Literasi Asuransi Untuk Negeri” dengan tagline “Pahami, Miliki, Lindungi”. Tema ini membawa semangat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai asuransi sekaligus mendorong peningkatan literasi dan inklusi pada sektor perasuransian Indonesia.

Penyelenggaraan Hari Asuransi pertama kali disepakati 11 anggota East Asian Insurance Congress (EAIC), termasuk Indonesia, dalam konferensi di Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam, 30 Juli – 2 Agustus 2006. Disepakati bahwa setiap anggota akan menyelenggarakan Hari Asuransi yang bertepatan dengan hari kelahiran EAIC, yakni tanggal 18 Oktober.

Tahun 2006, Indonesia merupakan negara pertama yang merayakan Hari Asuransi dari 11 anggota EAIC. EAIC merupakan organisasi kerja sama internasional yang dibentuk pada tahun 1962 dengan anggota 11 ibu kota negara di kawasan Asia Timur yaitu Bangkok, Hong Kong, Jakarta, Kuala Lumpur, Macau, Manila, Phnom Penh, Seoul, Singapura, Taipei, dan Tokyo.

Sebagaimana dimuat Majalah Proteksi (sebelum ganti nama menjadi Media Asuransi pada 2007), pada 18 Oktober 2006 diadakan fun walk 1.000 pelaku asuransi (bermula dari Silang Monas-Jakarta) dan car fest keliling Jakarta. Kemudian dilakukan Pencanangan Insurance Day oleh Menteri Keuangan (saat itu) Sri Mulyani Indrawati, yang bersama-sama regulator dan tokoh perasuransian melakukan pemukulan gendang dalam suatu acara di Hotel Borobudur, Jakarta.

Semenjak saat itu, Indonesia senantiasa merayakan Hari Asuransi, sampai saat ini. Di Indonesia, penyelenggaraan Hari Asuransi diselenggarakan oleh Dewan Asuransi Indonesia (DAI) dengan melibatkan anggotanya yakni, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Asosiasi Asuransi dan Jaminan Sosial Indonesia (AAJSI), Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi (APPARINDO), dan Asosiasi Penilai Kerugian Asuransi Indonesia (APKAI).

Sebagai bagian dari komunitas perasuransian, Media Asuransi mulai tahun 2024 melakukan survei secara independen untuk mengetahui tingkat literasi asuransi di kalangan masyarakat. Hasilnya dapat dibaca pada artikel kelima di cover story edisi Oktober 2026 ini. Rapat redaksi Media Asuransi memutuskan untuk mengangkat isu literasi dan inklusi asuransi ini ke dalam cover story.

Ada lima artikel yang dirangkai dalam satu cover story kali ini. Pertama: Indeks Inklusi Meningkat, Namun Pelindungan Asuransi Belum Jadi Prioritas Masyarakat. Kedua: Masih Muda, Apakah Gen Z dan Milenial Perlu Punya Polis Asuransi. Ketiga: Asuransi Mikro, Si Kecil dengan Potensi Besar. Keempat: Asuransi, Ikhtiar Menjaga Diri dan Keluarga Serta Menyiapkan Masa Depan.  Kelima: Generasi Muda Kian Sadar, Asuransi Bukan Beban.

Kami berharap, materi-materi di cover story ini dapat menambah pemahaman pembaca mengenai apa yang saat ini ada di masyarakat, terkait dengan respons mereka terhadap asuransi. Selamat membaca!

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bank Neo Commerce (BBYB) Bukukan Laba Bersih Rp430,98 Miliar hingga Kuartal III/2026
Next Post Mungkinkah Rupiah Kembali Menguat?

Member Login

or