Media Asuransi, JAKARTA – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 mencatat surplus sebesar US$3,36 miliar, melanjutkan surplus pada Agustus 2026 sebesar US$3,55 miliar. Bank Indonesia memandang berlanjutnya surplus neraca perdagangan ini positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut.
“Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas lain guna makin memperkuat ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi.
|Baca juga: Inflasi pada Oktober 2026 Sebesar 3,23%
Surplus neraca perdagangan pada September 2026 bersumber dari berlanjutnya surplus neraca perdagangan nonmigas dan penurunan defisit neraca perdagangan migas. Neraca perdagangan nonmigas pada September 2026 mencatat surplus sebesar US$5,67 miliar, didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas menjadi sebesar US$26,64 miliar dari realisasi bulan sebelumnya sebesar US$25,62 miliar.
|Baca juga: BI: Uang Beredar Tumbuh Lebih Tinggi pada September 2026
Kinerja positif ekspor nonmigas tersebut terutama didukung oleh ekspor berbasis sumber daya alam seperti lemak dan minyak hewani/nabati serta logam mulia dan perhiasan/permata maupun ekspor produk manufaktur seperti mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya serta besi dan baja. Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke China, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia.
Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas menurun menjadi US$2,32 miliar pada September 2026 dari realisasi bulan sebelumnya sebesar US$2,54 miliar, sejalan dengan penurunan impor migas yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan ekspor migas. Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia pada Januari-September 2026 mencatat surplus sebesar US$10,61 miliar.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

