Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan posisi terpangkas sedalam 1,85 persen atau 124,08 poin ke 6.599,24 pada akhir perdagangan Senin, 18 Mei 2026. Potensi adanya serangan militer Amerika Serikat ke Iran, mengakhiri gencatan senjata menjadi penekan indeks.
|Baca juga: Eastspring Investments Indonesia: Lonjakan Harga Minyak Global Memicu Aksi Jual
Sebanyak 125 saham naik, 616 saham turun dan 79 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 31,19 miliar saham, dengan total nilai Rp 19,32 triliun.
Harga minyak melanjutkan penguatan, Senin, setelah upaya mengakhiri perang Iran tampak terhenti, menyusul serangan drone di pembangkit listrik nuklir Uni Emirat Arab (UAE) dan tidak adanya janji dari China untuk melobi Iran agar membuka Selat Hormuz.
|Baca juga: IHSG Tergerus di Sesi I Senin
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, melompat USD1,65 atau 1,51 persen posisi US$110,91 per barel pada pukul 14.03 WIB, setelah menyentuh USD112 di awal sesi, level tertinggi sejak 5 Mei, demikian laporan Reuters, di New Delhi, Senin.
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), berada di US$107,42 per barel, melesat USD2 atau 1,9 persen, setelah sempat mencapai USD108,70, level tertinggi sejak 30 April. Kontrak Juni akan berakhir pada Selasa.
|Baca juga: Saham AS Tak Lagi Murah, AllianzGI Sarankan Investor Lebih Selektif
Selain dari geopolitik, aksi jual di Bursa Saham Indonesia juga dipicu oleh kebijakan MSCI mencoret 18 emiten di BEI dari daftar indeksnya.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

