1
1

Eastspring Investments Indonesia: Lonjakan Harga Minyak Global Memicu Aksi Jual

Kegiatan pasar modal syariah dengan pemandangan pergerakan haga saham di Main Hall, Bursa Efek Indonesia, Maret lalu

Media Asuransi, JAKARTA – Setelah dibuka kembali usai libur panjang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan pelemahan tajam pada perdagangan sesi pertama hari ini. IHSG tercatat turun sebesar -3,76 persen atau -252,97 poin ke level 6.470,35.

PT Eastspring Investments Indonesia melalui Spring Flash pada Senin, 18 Mei 2026, menyampaikan bahwa berbagai sentimen masih membayangi pasar finansial Indonesia. Dari sisi eksternal, ketidakpastian global dan dinamika kebijakan ekonomi AS terus memengaruhi persepsi risio investor.

|Baca juga:Eastspring Investments Indonesia: Tekanan Global dan Pelemahan Rupiah, Membebani Pasar Finansial Domestik

Sementara dari domestik, komunikasi dan pernyataan sejumlah pejabat publik —termasuk komentar Presiden Prabowo terkait rupiah— turut menjadi perhatian pelaku pasar, terutama di tengah sensitivitas terhadap stabilitas nilai tukar dan arah kebijakan ekonomi ke depan.

Dari sisi perkembangan eksternal, kekhawatiran pasar meningkat akibat lonjakan harga minyak yang terus berlanjut di tengah eskalasi konflik Iran–AS yang belum menunjukkan tanda mereda. Harga minyak Brent tercatat naik ke kisaran USD 111 per barel, didorong oleh berlanjutnya penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi energi global.

Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi, mendorong kenaikan imbal hasil obligasi global, sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan lebih tinggi lebih lama.

|Baca juga: Eastspring Indonesia Tawarkan 7  Reksa Dana Melalui Bahana Sekuritas

Sejalan dengan itu, pasar saham global juga terkoreksi sejak akhir pekan lalu setelah pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping tidak menghasilkan perkembangan signifikan terkait konflik Timur Tengah. Tekanan ini turut menjalar ke pasar Asia, karena indeks MSCI Asia Pacific telah turun lebih dari satu persen pada perdagangan Senin siang ini, 18 Mei 2026,  dan sebagian besar indeks regional bergerak di zona merah, sehingga mendorong aksi jual di pasar saham domestik.

Di sisi lain, pasar Indonesia juga dibayangi oleh arus keluar investor asing pasca pengumuman MSCI pekan lalu, dengan net outflows mencapai Rp1,53 triliun pada perdagangan Rabu, 13 Mei 2026, sebelum libur panjang.

|Baca juga: BI Diyakini Terus Pelototi Stabilitas Rupiah di Tengah Tekanan Global

Dari sisi domestik, sentimen pasar juga terbebani setelah munculnya komentar Presiden Prabowo terkait rupiah pada akhir pekan, yang memicu sorotan negatif dari media internasional terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kredibilitas fiskal dan stabilitas institusi. Tekanan tersebut tecermin pada nilai tukar rupiah yang masih bergerak dalam tren melemah, mencatatkan pelemahan 0,45 persen ke Rp17.677 per dolar AS hingga siang ini.

Di pasar obligasi, aksi jual juga membayangi pergerakan seluruh tenor, yakni imbal hasil SBN tenor lima tahun naik 17 bps (basis points) ke level 6,78 persen, sementara tenor 10 tahun naik ke kisaran 6,87 persen dari sebelumnya 6,69 persen. Kenaikan harga minyak tetap menjadi faktor risiko utama karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi, meningkatkan risiko pelebaran defisit fiskal, dan mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter ke depan.

Di tengah dinamika pasar saat ini, Eastspring Investments Indonesia memperkirakan pergerakan pasar ke depan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan konflik geopolitik dan pergerakan harga energi global. Selain itu, juga respons kebijakan domestik dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan kepercayaan investor.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Program Literasi dan Inklusi Keuangan PT KB Insurance Indonesia untuk Perempuan
Next Post KCMTKU Buka Cabang ke-13 di Royal Plaza Surabaya

Member Login

or