1
1

Dive In Festival 2026 Digelar Terakhir Kali, Industri Asuransi Soroti Tantangan AI

Ilustrasi. | Foto: Freepik

Media Asuransi, GLOBAL – Dive In Festival akan memasuki penyelenggaraan terakhir pada 2026 setelah berjalan selama 12 tahun sebagai forum global industri asuransi yang berfokus pada isu budaya kerja dan pengembangan talenta.

Festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22-24 September 2026 di lebih dari 30 negara dengan menggunakan lebih dari 60 bahasa. Tahun ini, Dive In mengusung tema ‘The Human Gain: Powering Culture & Connection‘.

|Baca juga: Chief Economist Permata Bank Soroti Risiko Global terhadap Pasar Keuangan RI

|Baca juga: BFI Finance (BFIN) Klarifikasi soal Berita Penarikan Paksa Mobil di Tangerang Selatan

Melalui tema tersebut, pelaku industri asuransi akan membahas tantangan dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), tanpa mengabaikan kemampuan manusia seperti empati, kreativitas, kepemimpinan, dan membangun kepercayaan.

Gallagher Global Director, Inclusion & Diversity David Martin mengatakan Dive In selama ini menjadi wadah bagi pelaku industri asuransi untuk berbagi gagasan dan mendorong perubahan di sektor tersebut.

“Ketika AI mulai mengubah dunia kerja, membangun kepercayaan, rasa memiliki, dan tujuan bersama menjadi semakin penting untuk menciptakan masa depan yang lebih inklusif,” ujar David Martin, dikutip dari Asia Insurance Review, Senin, 18 Mei 2026.

|Baca juga: Pengumuman Lengkap MSCI: 6 Saham RI Dicoret dari Indeks Global Standar

|Baca juga: Pemerintah Diminta Waspadai Potensi Penyebaran Hantavirus

Dive In pertama kali diluncurkan pada 2015 di London dan kini berkembang menjadi gerakan global yang melibatkan puluhan ribu peserta dari lebih dari 50 negara.

Penyelenggara menyebut penyelenggaraan terakhir Dive In Festival akan menjadi momentum untuk merayakan perjalanan lebih dari satu dekade sekaligus mendorong diskusi terkait masa depan budaya kerja di industri asuransi.

Sejumlah perusahaan asuransi dan reasuransi global tercatat kembali mendukung penyelenggaraan acara tersebut, di antaranya AIG, Aon, Aviva, AXA XL, Gallagher, Liberty Mutual, Lloyd’s, Marsh, dan WTW. Selain itu, sejumlah supporter partners untuk 2026 juga telah dikonfirmasi, seperti KPMG, Everest, dan RGA.

|Baca juga: KUPASI Nilai QR Code Pialang Asuransi Bisa Dongkrak Kepercayaan Publik

|Baca juga: Bos Allianz Indonesia: Inovasi Produk dan Penguatan Kolaborasi Pemicu Premi Tetap Tumbuh di Kuartal I/2026

CFC Chief Underwriting Officer sekaligus Chair Dive In 2026 Nick Line mengatakan festival tersebut selama ini berperan membuka ruang diskusi terkait kesempatan yang setara di industri asuransi.

“Pada intinya, ini tentang membangun pasar asuransi di mana siapa pun yang memiliki bakat dan ambisi untuk sukses memiliki kesempatan yang adil untuk melakukannya.,” pungkas Nick Line.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BI: Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh Melambat di Triwulan I/2026
Next Post Pembiayaan Perbankan Syariah Tumbuh 9,82%

Member Login

or