Media Asuransi, JAKARTA – PT Bukalapak.com Tbk mengungkapkan alasan di balik perampingan besar-besaran jumlah karyawan yang dilakukan sepanjang 2025. Langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi usaha dan penyesuaian model bisnis untuk memperkuat fokus pada segmen usaha yang dinilai lebih berkelanjutan.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, jumlah karyawan Bukalapak tercatat turun menjadi 424 orang dari sebelumnya 1.018 orang pada akhir 2024. Manajemen menjelaskan pengurangan tenaga kerja tersebut berkaitan dengan pelaksanaan rencana transformasi usaha yang telah dimulai sejak kuartal IV/2024.
|Baca juga: Allianz Yakin PDB Global Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian
|Baca juga: Allianz Life Indonesia Sebut Kecerdasan Buatan Tampil sebagai Mesin Pertumbuhan Baru
“Pengurangan jumlah karyawan merupakan bagian dari langkah strategis perseroan dalam rangka pelaksanaan rencana transformasi usaha, termasuk penghentian dan/atau penutupan secara bertahap atas sejumlah lini usaha dan/atau entitas anak tertentu,” tulis Manajemen Bukalapak dalam keterbukaan informasi dikutip Senin, 18 Mei 2026.
Perseroan menyebut kebijakan tersebut diambil sebagai respons atas perubahan dinamika industri digital dan e-commerce yang semakin kompetitif. Bukalapak kini memfokuskan bisnis pada empat segmen utama, yakni Mitra Bukalapak, Gaming, Investment, dan Retail.
|Baca juga: Bos Orion Reasuransi Pede New RBC Jadi Angin Segar bagi Industri Asuransi
|Baca juga: DBS Research Soroti Risiko Tekanan Rupiah terhadap Prospek Pertumbuhan Ekonomi RI
Manajemen menegaskan proses perampingan dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku. Perseroan juga memastikan kebijakan tersebut tidak membatalkan strategi material perusahaan ke depan.
“Perampingan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian operasional untuk mendukung strategi transformasi usaha perseroan, termasuk penajaman fokus pada segmen usaha utama serta penyelarasan alokasi sumber daya,” tulis manajemen.
|Baca juga: Pengumuman Lengkap MSCI: 6 Saham RI Dicoret dari Indeks Global Standar
|Baca juga: Pemerintah Diminta Waspadai Potensi Penyebaran Hantavirus
Ke depan, Bukalapak menyatakan akan menerapkan pengelolaan sumber daya manusia yang lebih strategis dan berbasis kebutuhan bisnis. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan perencanaan tenaga kerja, program reskilling dan upskilling, hingga optimalisasi teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas.
Selain itu, perseroan mengaku tetap berkomitmen menjalankan praktik ketenagakerjaan yang adil dan transparan, termasuk memastikan pemenuhan hak-hak karyawan terdampak serta menjaga hubungan industrial yang kondusif
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

