Berbagai tantangan yang dihadapi lembaga keuangan dalam memperluas inklusi keuangan menunjukkan pentingnya penggunaan data yang tepat dan sesuai ketentuan untuk menilai kelayakan kredit di tengah kompleksitas kebutuhan pembiayaan masyarakat Indonesia. Melalui inovasi credit intelligence, CBI menyediakan informasi yang lebih komprehensif mengenai profil calon peminjam berdasarkan data yang akurat, sehingga membantu lembaga keuangan meningkatkan akurasi penilaian kredit, menjaga kualitas portofolio, dan memenuhi ketentuan yang berlaku,” ujar Presiden Direktur CBI, Anton K. Adiwibowo.
Dalam forum tersebut, ekonom senior sekaligus pembicara CBI Connect 2026, Aviliani menyoroti pentingnya kemampuan beradaptasi dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi serta mendorong pemerataan pertumbuhan melalui pemberdayaan sektor informal dan UMKM.
“Cerita perekonomian Indonesia ke depan tidak hanya perlu menjaga aspek stabilitas di era higher, tighter, and longer atau aspek pertumbuhan tinggi saja. Namun, aspek pemerataan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui pemberdayaan sektor informal dan UMKM menjadi relevan. Bagi lembaga keuangan, hal ini membuat kita perlu melihat lebih jauh dari skor biro kredit dan memahami realitas ekonomi debitur secara utuh,” ujarnya.