Allianz Indonesia Dukung Penetrasi Asuransi di Indonesia Melalui Digitalisasi

Media Asuransi – Allianz Life Indonesia menunjukkan komitmennya untuk memberikan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan mengembangkan bisnis dan memberikan perlindungan kepada lebih banyak masyarakat Indonesia. Perusahaan senantiasa menyediakan kebutuhan perlindungan dari berbagai segmen nasabah. Allianz Life Indonesia memastikan setiap kanal distribusi, termasuk digital, dapat menyediakan solusi perlindungan asuransi yang dapat memenuhi kebutuhan setiap segmen.

Dalam siaran pers yang diterima Media Asuransi (15/4) menyebutkan bahwa Allianz Life Indonesia berpartisipasi pada sebuah Webinar Insurtech yang  mengangkat tema “Menggenjot Tingkat Penetrasi Asuransi Indonesia Lewat Insurtech”. Hadir sebagai pembicara dari Allianz Life Indonesia,  Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia Joos Louwerier dan Chief of Partnership Distribution Officer Allianz Life Indonesia Bianto Surodjo, bersama para pembicara lain dari OJK, AAJI, AAUI, dan pelaku industri insurtech di Indonesia.

Baca juga: Kolaborasi SOS Children’s Villages Indonesia dan Allianz Indonesia Mencetak Pengusaha Muda

Di tahun 2020, terjadinya pandemi Covid-19 ternyata meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan memiliki perlindungan asuransi. Namun, tingkat penetrasi asuransi di Indonesia baru menyentuh angka 3% jika dibandingkan GDP (Gross Domestic Product). Allianz Life Indonesia melihat hal ini sebagai peluang yang baik, sehingga perusahaan terus fokus dalam menyediakan berbagai akses solusi dan pelayanan perlindungan asuransi, memberikan literasi keuangan secara berkesinambungan kepada masyarakat, serta menyediakan pilihan produk untuk berbagai segmen masyarakat.

“Allianz Life Indonesia melihat perkembangan teknologi sebagai sebuah peluang untuk memberikan produk dan layanan lebih baik, juga untuk membentuk kanal distribusi dengan mitra digital strategis sehingga dapat memberikan perlindungan kepada lebih banyak masyarakat. Kolaborasi dengan mitra digital juga sangat penting untuk menyediakan layanan keuangan dan akses asuransi bagi segmen masyarakat yang belum tersentuh. Mengingat rendahnya penetrasi asuransi dibandingkan kondisi demografi dan luas wilayah Indonesia, kami percaya penggunaan teknologi akan membantu masyarakat untuk mendapatkan akses asuransi dengan lebih mudah,” kata Joos Louwerier.

Baca juga: 

Joos melanjutkan, asuransi digital dan distribusinya akan melengkapi asuransi tradisional yang sudah ada. Produk asuransi yang sederhana dan terjangkau akan lebih mudah diterima pada jalur distribusi digital, kemudian produk yang lebih kompleks akan tetap membutuhkan komunikasi langsung antara tenaga pemasar dan nasabah. Walau demikian, aspek digital bukan hanya tentang penjualan, tetapi juga kegiatan post-selling terkait, seperti layanan dan klaim.

“Kami mengerti bahwa nasabah yang akan memutuskan pilihan kanal distribusi yang paling sesuai ketika membeli produk asuransi jiwa atau kesehatan. Tujuan utama kami adalah membukakan akses lebih luas kepada masyarakat untuk mendapat perlindungan asuransi dengan mudah dan aman, melalui pengalaman digital tanpa hambatan. Kemitraan kami dengan perusahaan digital akan membangun sinergi, yang tidak hanya akan mendukung untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan menyediakan kebutuhan layanan keuangan, namun juga meningkatkan inklusi keuangan dan indeks literasi keuangan di Indonesia,” tutup Bianto SurodjoWiek