1
1

IHSG Crash di Sesi I Jumat

Investor sedang mengamati perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk kesekian kali mengalami crash di tahun ini. Kali ini IHSG terpangkas atau anjlok 3,06 persen, setara 225 poin ke level 7.152,85 pada perdagangan sesi I siang ini, Jumat, 24 April 2026.

|Baca juga: IHSG Melemah di Akhir Perdagangan Kamis

Total volume perdagangan di BEI mencapai 28,63 miliar dengan nilai transaksi Rp13,24 triliun. Sebanyak 642 saham turun jadi pemberat IHSG, sementara itu ada 90 saham yang menguat dan 82 saham yang stagnan.

Bursa Indonesia dan bursa regional tertekan sentimen geopolitik di Timur Tengah. Perundingan lanjutan Amerika Serikat dengan Iran yang belum jelas dan perpanjangan gencatan senjata tak berujung kembali menaikkan harga minyak mentah.

Kinerja saham Asia yang beragam tersebut menggarisbawahi suasana pasar yang tegang karena investor minggu ini berfluktuasi antara harapan akan segera berakhirnya perang dan kekhawatiran bahwa hal itu mungkin tidak akan segera terjadi.

|Baca juga: CEO Award Media Asuransi 2026

Mata uang rupiah dan regional kompak melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis dengan rupiah menembus level Rp17.300 per dolar, terlemah sepanjang sejarah. Rupiah pada hari ini naik tipis enam poin atau 0,03 persen menjadi 17.280 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di 17.286 per dolar AS.

Selain faktor geopolitik, anjloknya IHSG juga dipengaruhi ditundanya evaluasi BEI oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). MSCI menyatakan pihaknya masih menilai cakupan, konsistensi, dan efektivitas data baru serta kebijakan regulasi yang diumumkan oleh otoritas keuangan Indonesia. Evaluasi lanjutan dijadwalkan akan disampaikan dalam tinjauan Juni.

|Baca juga: HSBC Nilai Status Pasar Modal RI di MSCI Tetap Aman Meski Ada Tekanan Free Float

Dalam keputusan terbaru untuk periode Mei, MSCI menegaskan akan tetap membekukan peningkatan faktor inklusi investor asing serta jumlah saham yang dihitung dalam indeks untuk emiten Indonesia. Selain itu, saham Indonesia juga belum akan dimasukkan ke dalam indeks pasar yang dapat diinvestasikan (investable market indexes) dan tidak akan mengalami peningkatan kelas dari segmen kapitalisasi kecil ke standar.

IHSG mengalami crash di Januari lalu saat MSCI membekukan kocok ulang saham-saham Indonesia. MSCI juga meminta transparansi pemilik saham pengendali dan peningkatan saham beredar atau free float share guna menghindari aksi goreng saham.

Editor: Irdiya Setiawan

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bos Allianz Life Terima Penghargaan CEO Award 2026 dari Media Asuransi
Next Post OJK Izinkan Perubahan Nama PT Asiare Binajasa menjadi PT Asiare Binajasa Reinsurance Brokers

Member Login

or