Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok dalam di akhir perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026. IHSG anjlok 184,25 poin atau 3,49 persen ke 5.098,05 pada akhir perdagangan hari ini.
|Baca juga: Survei HSBC Sebut Korporasi RI Makin Agresif Adopsi Kecerdasan Buatan
Sebanyak 98 saham naik, 624 saham turun dan 70 saham saham stagnan. Sebanyak 22,64 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi saham tercatat sebesar Rp11,28 triliun. Sementara frekuensi transaksi sebanyak 1,32 juta kali.
Sejumlah sentimen memicu aksi jual saham hari ini. Keputusan Bank Sentral AS, Federal Reserve, mempertahankan bunga acuan Rabu kemarin menyisakan keraguan di kalangan investor.
|Baca juga: IHSG Sesi I Terkoreksi Dipicu Prospek Kenaikan Bunga The Fed
Meskipun The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75 persen –4,00 persen, keputusan tersebut tidak bulat karena dua anggota FOMC meminta kenaikan. Ketua The Fed Kevin Warsh juga memberikan pernyataan yang dinilai hawkish dengan membuka peluang pengetatan lanjutan di bulan Desember karena inflasi AS yang belum stabil.
Kebijakan BEI yang akan mengeluarkan saham dengan high share concentration (HSC) tinggi juga memicu aksi jual. Manajer investasi melakukan perombakan portofolio investasi mereka dengan menjual saham-saham HSC ini kendati aturan mulai berlaku 2 November mendatang.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

