Media Asuransi, JAKARTA – Ikatan Alumni Program Pascasarjana Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (ILUNI PPIM FEB UI) akan mengadakan Indonesia Management Summit (IMS) 2026 pada 9 Desember 2026 mendatang. Forum strategis lintas sektor ini untuk menjembatani arah kebijakan nasional dengan eksekusi bisnis, memperkuat produktivitas, mendorong transformasi digital dan AI, serta membangun ketahanan ekonomi Indonesia menuju 2030 dan seterusnya.
|Baca juga: Riset LPEM FEB UI: Pembiayaan AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun terhadap PDB 2024
“Forum ini akan menjadi platform strategis yang mempertemukan pemimpin pemerintahan, regulator, pelaku usaha, investor, akademisi, dan komunitas profesional untuk merumuskan agenda nyata dalam memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi Indonesia,” ujar Ketua Program IMS 2026, Soebowo Musa, dalam keterangannya dikutip Kamis, 29 Oktober 2026.
Acara akan diadakan di Main Hall, Bursa Efek Indonesia, Jakarta dengan mengusung tema “Micro Excellence, Nat onal Resilience”. IMS 2026, jelas Soebowo, menekankan bahwa daya saing nasional tidak hanya ditentukan oleh stabilitas makroekonomi dan arah kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan.
|Baca juga: Riset LPEM FEB UI: Kontribusi GoTo Capai Rp392 Triliun Terhadap PDB Indonesia 2023
Faktor lainnya adalah kemampuan institusi, dan rantai pasok dalam meningkatkan produktivitas, mengembangkan inovasi, membangun kepemimpinan, serta mengeksekusi strategi secara konsisten.
IMS 2026 akan menghadirkan rangkaian diskusi utama yang berfokus pada tiga dimensi transformasi nasional. Pertama, Macroeconomic Strategic Direction & Competitive Landscape yang akan membahas arah strategis makroekonomi, lanskap persaingan, serta hubungan antara kebijakan makro dan kinerja sektor usaha.
Kedua, diskusi bertema National Competitiveness Dialogue: Mobilizing Capital, Scaling Enterprises, and Building Indonesia’s Economic Future yang akan mempertemukan perspektif kepemimpinan bisnis dan pengelolaan investasi untuk membahas bagaimana Indonesia dapat mengoptimalkan mobilisasi modal, memperbesar skala usaha, serta memperkuat daya saing global.
Diskusi ketiga bertema Operational Excellence Forum: The Execution Advantage yang mengangkat peran kepemimpinan dalam membangun keunggulan operasional pada era manufaktur cerdas, integrasi AI, otomatisasi, dan peningkatan produktivitas.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

