1
1

Pasar Saham Bergejolak, Bos AAJI Imbau Pemilik Polis Unitlink Tak Perlu Panik

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo Karsono. | Foto: Media Asuransi/Muh Fajrul Falah

Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meminta nasabah asuransi jiwa yang memiliki produk unitlink tetap tenang di tengah gejolak pasar saham. Pasalnya, meski ada risiko namun tetap terdapat peluang mendapatkan keuntungan maksimal

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo Karsono mengatakan gejolak pasar saham dapat dilihat dari dua sisi, yakni sebagai peluang investasi maupun risiko yang perlu diwaspadai. Respons nasabah akan bergantung pada profil risiko masing-masing.

“Kalau kondisinya turun seperti ini, orang yang optimistis tentunya lihat ini wah, murah banget ya, padahal perusahaan-perusahaan itu bagus-bagus. Ini tetap saja ada peluangnya, tapi juga ada yang lebih hati-hati,” ujar Albertus, di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.

Menurut dia, nasabah dengan toleransi risiko lebih tinggi dapat melihat penurunan pasar sebagai peluang investasi. Sementara itu, nasabah yang lebih berhati-hati cenderung menunggu hingga kondisi pasar membaik.

|Baca juga: Survei HSBC Sebut Korporasi RI Makin Agresif Adopsi Kecerdasan Buatan

Albertus menambahkan AAJI masih menghimpun data kinerja unitlink dari perusahaan asuransi jiwa anggota asosiasi. Data tersebut akan disampaikan bersamaan dengan publikasi kinerja industri asuransi jiwa kuartal III/2026.

|Baca juga: Jadi Mitra Asuransi Minang Geopark Run 2026, Asuransi Jasindo Dorong Pariwisata dan Ekonomi di Sumbar

Meski demikian, berdasarkan informasi sementara yang diterima, Albertus menyebut belum terdapat dampak signifikan terhadap industri asuransi jiwa. AAJI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perusahaan asuransi jiwa tengah mengevaluasi ketentuan unitlink.

Evaluasi tersebut turut melibatkan konsultan Milliman untuk membahas usulan penyempurnaan aturan produk tersebut. Albertus berharap unitlink dapat menjadi salah satu pilihan produk investasi yang menarik bagi masyarakat dalam industri asuransi jiwa.

“Bukan satu-satunya dari opsi, salah satu opsi, mungkin,” pungkas Albertus.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bappenas Dorong Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Next Post Danamon (BDMN) Raup Laba Rp3,5 Triliun di Kuartal III/2026

Member Login

or