Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup berkurang lebih dari 90 poin di sesi I Kamis, 23 April 2026. IHSG melemah 1,27 persen atau 95 poin menjadi 7.445. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 7.582 di zona hijau dan terendah di level 7.422 di zona merah.
|Baca juga: IHSG Turun Cukup Dalam di Sesi I
Sebanyak 236 saham menguat, 471 saham melemah dan 252 emiten stagnan. Frekuensi transaksi mencapai 1,87 juta kali dengan nilai Rp11,67 triliun.
Melemahnya indeks seiring pelemahan rupiah yang tembus Rp17.300 per dolar AS hari ini menyikapi tensi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkat usai batas gencatan senjata berakhir Rabu kemarin.
|Baca juga: Bos BI Blak-blakan Ungkap Penyebab Dolar AS Tembus Rp17.300
Presiden AS Donald Trump memutuskan gencatan senjata diperpanjang tanpa batas waktu denga kelanjutan perundingan kedua negara yang belum pasti.
Di sisi lain pelaku pasar masih khawatir status Bursa Efek Indonesia (BEI) di tangan Morgan Stanley Capital International (MSCI). BEI masih berpeluang diturunkan kategorinya menjadi Frontier Market kendati telah melakukan sejumlah reformasi.
Hal ini dikarenakan MSCI masih mempertahankan pembatasan terhadap saham Indonesia dalam tinjauan indeks Mei 2026 mendatang. Dalam pernyataan pada Senin (20/4) lalu, MSCI belum akan menambah saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes pada tinjauan kali ini.
|Baca juga: IHSG Turun Cukup Dalam di Sesi I
MSCI juga masih membekukan peningkatan inklusi asing untuk saham-saham Indonesia. Di samping itu, MSCI masih mengkaji ruang lingkup, konsistensi, serta efektivitas data dan kebijakan baru yang diumumkan otoritas Indonesia.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
