1
1

Krisis Energi Jadi Berkah Tersembunyi, Ekonom HSBC Ungkap Peluang Besar bagi Indonesia!

Chief Indonesia and India Economist HSBC Global Research Pranjul Bhandari. | Foto: Media Asuransi/Muh Fajrul Falah

Media Asuransi, JAKARTA – Chief Indonesia and India Economist HSBC Global Research Pranjul Bhandari melihat adanya peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisi ekonomi di tengah tekanan global akibat krisis energi.

Menurutnya, kenaikan harga komoditas global yang terjadi akibat krisis energi memberikan keuntungan tersendiri bagi Indonesia sebagai negara eksportir. “Saya hanya ingin menambahkan bahwa kita memang sering khawatir dengan berbagai hal yang terjadi di Indonesia dan global,” ujar Pranjul, Kamis, 23 April 2026.

|Baca juga: Bos BI Blak-blakan Ungkap Penyebab Dolar AS Tembus Rp17.300

“Namun jika dilihat secara lebih luas, ini adalah krisis energi, dan Indonesia sebenarnya berada dalam posisi yang cukup menguntungkan karena harga komoditasnya meningkat,” tambah Pranjul.

Ia menjelaskan Indonesia merupakan eksportir bersih untuk sejumlah komoditas penting seperti gas, batu bara, dan pupuk urea, yang saat ini mengalami lonjakan permintaan akibat keterbatasan pasokan di kawasan Asia.

|Baca juga: RUPS Trisula Textile Industries (BELL) Sepakati Pembagian Dividen Rp10 Miliar

|Baca juga: Bos BI: Kebijakan Moneter Terus Diperkuat untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Kondisi tersebut membuka peluang peningkatan ekspor yang pada akhirnya dapat memperkuat neraca eksternal Indonesia. Selain itu, peningkatan harga komoditas juga berpotensi memberikan tambahan penerimaan bagi negara, baik dari sisi ekspor maupun penerimaan sektor terkait.

|Baca juga: Dirjen Kemenkeu Febrio Kacaribu dan Luky Alfirman Dicopot Purbaya, Ini Profilnya!

Pranjul menyoroti langkah Indonesia dalam memperluas kerja sama perdagangan internasional dalam beberapa bulan terakhir, termasuk dengan Uni Eropa, yang dinilai dapat mendorong aktivitas ekonomi baru.

Menurutnya, perjanjian dagang tersebut akan menciptakan sinergi ekonomi dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk Indonesia. Ia menambahkan manfaat dari berbagai reformasi ekonomi yang telah dilakukan Indonesia kemungkinan baru akan terasa setelah tekanan krisis energi global mulai mereda.

|Baca juga: Inilah Peraih CEO Award 2026 Media Asuransi

|Baca juga: Inilah Para Pemenang Unitlink Award 2026 Media Asuransi

Dengan demikian, meskipun terdapat tantangan jangka pendek, namun prospek jangka panjang ekonomi Indonesia dinilai tetap positif. Pranjul optimistis Indonesia memiliki fondasi yang cukup kuat untuk memanfaatkan momentum global tersebut menjadi peluang pertumbuhan ekonomi ke depan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bos BI Blak-blakan Ungkap Penyebab Dolar AS Tembus Rp17.300
Next Post IHSG Turun Cukup Dalam di Sesi I

Member Login

or