|Baca juga: FJB Ajang Generasi Muda untuk Mengeksplorasi Kreativitas dan Budaya Kuliner Indonesia
Plt. Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag RI, Deden Muhammad F.S., mengatakan pasar kuliner dunia memiliki potensi yang sangat besar dan terus berkembang. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan kulinernya ke berbagai negara.
“Kalau kita melihat kondisi pangan atau kondisi pasar kuliner dunia saat ini kurang lebih 4,3 triliun USD. Besar sekali dan pertumbuhannya kurang lebih 6,9 juta USD dan pada tahun 2031 itu kemungkinan akan mencapai sekitar 7,6 juta USD,” ujar Deden pada sambutannya di acara Festival Jajanan Bango (FJB) 2026 di Hutan Kota GBK, dikutip Senin, 26 Oktober 2026.
|Baca juga: Kuliner Nusantara 10 Makanan Khas Padang Penggugah Selera
Menurutnya, potensi pasar tersebut perlu dimanfaatkan melalui berbagai kegiatan promosi kuliner, termasuk mendorong kehadiran restoran Indonesia di luar negeri. Kemendag menyatakan dukungannya terhadap kegiatan yang dapat memperkuat promosi makanan dan minuman Indonesia di pasar global.
Deden menjelaskan, program promosi restoran Indonesia di luar negeri telah diluncurkan sejak 2025 dan kini memasuki tahun pertama pelaksanaan. Kemendag juga mulai melakukan penetrasi ke sejumlah pasar potensial, antara lain Australia, Amerika Serikat, Jepang, dan Belanda, setelah sebelumnya menyasar Inggris.
|Baca juga: OJK: Pembangunan Data Center Buka Peluang Bisnis bagi Asuransi Umum
“Ini sangat besar sekali bahwa pasar makanan minuman terutama di Indonesia dan selanjutnya tentu melalui kegiatan-kegiatan kuliner yang dilaksanakan pada pagi hari ini. Jadi kami sangat mendukung,” katanya.
Ia menambahkan, program tersebut merupakan salah satu upaya Kemendag untuk mempromosikan kuliner dan restoran Indonesia di mancanegara.
“Jadi kami sangat mendukung, salah satu program dari Kementerian Perdagangan untuk mempromosikan kuliner atau restoran Indonesia di luar negeri. Itu yang akan kita lakukan dan sudah kita lakukan,” tuturnya.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

