1
1

Kenaikan Biaya Dana hingga Pelemahan Rupiah Jadi Tantangan Multifinance di Semester II

Direktur Utama Adira Finance I Dewa Made Susila. | Foto: Media Asuransi/Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance tidak menampik biaya dana atau Cost of Fund (CoF) sudah mulai mengalami peningkatan. Meski demikian, Adira Finance memastikan tetap cermat dan berhati-hati dalam menjalankan bisnis di tengah kenaikan suku bunga.

“Kalau dari biaya dana, biaya dana dari Adira (Finance) sudah mulai meningkat, sehingga kita harus pass on kepada nasabah,” kata Direktur Utama Adira Finance I Dewa Made Susila, dalam konferensi pers virtual Kinerja Semester I/2026 Bank Danamon, beberapa waktu lalu.

Dalam konteks landing rate ke konsumen, lanjutnya, Adira Finance mempertimbangkan beberapa hal. “Dalam konteks landing rate ke konsumen, kami mempertimbangkan beberapa hal untuk kenaikan landing rate. Nomor satu tentu daya beli konsumen, karena Adira segmennya mulai dari menengah sampai bawah,” ujarnya.

|Baca juga: Inilah 10 Universitas di Jakarta yang Paling Aktif dalam Diskursus Publik

“Itu kita pertimbangkan. Yang kedua adalah tingkat persaingan. Di beberapa segmen memang masih banyak pemain-pemain belum menaikkan suku bunga,” tambahnya.

Meski sejumlah perusahaan belum menaikkan suku bunga, namun dirinya yakin kenaikan suku bunga akan terjadi. Pasalnya, kondisi kenaikan biaya dana memberikan dampak kepada industri multifinance di Tanah Air. Selain itu, outlook di industri otomotif juga memengaruhi lonjakan suku bunga tersebut.

“Tapi saya percaya kenaikan suku bunga eventually akan terjadi over time, karena memang semua multifinance company menghadapi hal yang sama, yaitu kenaikan biaya dana. Nomor dua mengenai outlook dari otomotif,” ucapnya.

Apabila melihat data kinerja industri otomotif per semester, lanjutnya, memang terpantau mengalami kenaikan dibandingkan dengan semester pertama pada tahun lalu. “Ingat semester pertama tahun lalu penjualan otomotif cukup tertekan,” jelasnya.

|Baca juga: Laba Bersih Tugu Insurance (TUGU) Naik 76,87% di Semester I/2026

|Baca juga: Dapat Restu OJK, Jahja Anwar Resmi Jadi Direktur Utama Clipan Finance (CFIN)

Dirinya menjelaskan data yang dimiliki Adira Finance mengungkap kinerja penjualan motor baru mengalami kenaikan 10 persen pada semester I/2026 dibandingkan dengan semester pertama pada tahun lalu. Sementara untuk penjualan mobil baru naik 11 persen.

“Ini penjualan retail ya, bukan wholesale. Outlook-nya bagaimana? Kelihatannya angka ini akan cukup challenging di semester dua,” ungkapnya.

Adapun tantangan yang dimaksudkan Made pada semester kedua tahun ini lantaran ada beberapa perkembangan yang terjadi dan memberi dampak terhadap penjualan. Tantangan itu baik kenaikan biaya dana maupun kenaikan harga kendaraan akibat lonjakan biaya produksi serta adanya tekanan dari sisi nilai tukar rupiah.

“Ada beberapa perkembangan yang berdampak terhadap penjualan, terutama kenaikan biaya dana yang menaikkan cicilan dari konsumen dan kenaikan harga kendaraan seiring dengan kenaikan biaya produksi, serta pelemahan rupiah. Jadi kelihatannya situasinya lebih challenging dibandingkan dengan semester pertama,” tutupnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Danamon (BDMN) Optimalkan Sinergi dengan MUFG dan Anak Perusahaan untuk Capai Target
Next Post Asuransi Jasa Tania (ASJT) Pastikan Tidak Ada Aksi Korporasi di Tengah Volatilitas Saham

Member Login

or