Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri mengaku konsisten mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi dan proses bisnis. Upaya itu dilakukan melalui tiga pilar utama yaitu sustainable banking, sustainable operation, dan sustainability beyond banking.
Direktur Risk Management Bank Mandiri Danis Subyantoro mengungkapkan pada pilar Sustainable Banking, portofolio pembiayaan berkelanjutan hingga Juni 2026 tercatat sebesar Rp327 triliun atau tumbuh 7,5 persen secara tahunan (YoY).
“Terdiri dari pembiayaan hijau sebesar Rp173 triliun yang meningkat 9,8 persen YoY serta portofolio sosial sebesar Rp155 triliun yang naik 5,0 persen YoY,” kata Danis, dalam Public Expose Kuartal II 2026 Bank Mandiri, di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
Pada kuartal ini, perseroan memperoleh social loan yang dijamin Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA), bagian dari World Bank Group, senilai US$750 juta. Ini menjadi transaksi MIGA pertama dengan lembaga keuangan di ASEAN, yang dananya diarahkan untuk mendukung pembiayaan UMKM.
“Salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), sekaligus memperkuat inklusi keuangan bagi UMKM yang dikelola perempuan,” ucapnya.
|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Sebut Rasio BOPO Terjaga di 57,6% di Semester I/2026
Pada pilar Sustainable Operation, lanjutnya, Bank Mandiri berhasil menurunkan emisi operasional melalui penggunaan 626 kendaraan listrik dan hybrid, optimalisasi green building, pemasangan 870 panel surya, serta penyediaan 33 charging station.
Pada pilar Sustainability Beyond Banking, tambahnya, inklusi keuangan diperkuat melalui Livin’ Merchant, dengan 63 persen penggunanya berada di daerah non-urban, serta program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Bukukan Laba Bersih Rp30,4 Triliun di Semester I/2026
Komitmen ini diperkuat lewat fitur keberlanjutan bagi segmen ritel, yaitu Livin’ Planet, yang sejak April 2026 memungkinkan nasabah membeli Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) yang bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dan diperdagangkan melalui IDXCarbon.
Ia mengaku fundamental yang kokoh ini menjadi bekal Bank Mandiri untuk terus tumbuh, memperdalam penetrasi ekosistem Mandiri Group, serta menghadirkan layanan finansial yang menyeluruh bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
