1
1

OCBC Wealth Management: Nasabah Mencari Lebih dari Sekadar Produk Investasi

Gedung OCBC. | Foto: OCBC

Media Asuransi, JAKARTA – Cara masyarakat affluent Indonesia memandang kekayaan terus mengalami perubahan. Jika sebelumnya fokus utama adalah memperoleh potensi imbal hasil investasi, kini semakin banyak nasabah yang memandang pengelolaan kekayaan sebagai bagian dari perencanaan hidup jangka panjang.

Hal itu mulai dari membangun aset, melindungi aset dari berbagai risiko, hingga mempersiapkan transfer kekayaan kepada generasi berikutnya. Perubahan tersebut mendorong evolusi industri wealth management.

|Baca juga: AAJI ‘Spill’ Tantangan Perlindungan Kesehatan untuk Warga RI

|Baca juga: AAJI Sebut Perusahaan Asuransi Harus Cermat saat Membuat Produk Asuransi Kesehatan

Nasabah tidak lagi hanya mencari produk investasi, tetapi solusi yang lebih komprehensif yang menghubungkan investasi, perencanaan keuangan, pembiayaan, perlindungan aset, hingga succession planning dalam satu strategi finansial yang terintegrasi.

Bagi OCBC, perubahan tersebut mendorong cara pandang baru terhadap wealth management. OCBC mengerti bahwa dalam setiap fase kehidupan, nasabah menghadapi tantangan yang berbeda.

|Baca juga: Industri Asuransi Indonesia Diramal Tumbuh Berkelanjutan, Didorong 3 Hal Ini!

|Baca juga: Permata Bank Dorong Generasi Muda Jadi Future Leaders

Risiko inflasi dapat menggerus daya beli, volatilitas pasar memengaruhi nilai investasi, sementara perubahan kondisi pribadi, seperti kesehatan, karier, maupun dinamika keluarga, dapat memengaruhi rencana keuangan yang telah disusun.

Presiden Direktur OCBC Parwati Surjaudaja menjelaskan wealth management bukan sekadar untuk membantu nasabah memperoleh potensi imbal hasil investasi. Yang jauh lebih penting adalah mendampingi mereka di setiap fase perjalanan finansial.

“Mulai dari membangun kekayaan, melindunginya dari berbagai risiko, hingga mempersiapkan proses transfer kekayaan kepada generasi berikutnya,” kata Parwati Surjaudaja, dikutip dari keterangan resminya, Jumat, 10 Juli 2026.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Ke depan, OCBC percaya wealth management semakin digital, semakin personal, dan semakin inklusif. Namun di atas semuanya, yang paling penting adalah memberikan peace of mind kepada nasabah, yaitu keyakinan seluruh perjalanan finansial mereka didampingi partner yang memahami tujuan hidup, keluarga, dan aspirasi mereka.

“Itulah nilai yang terus kami bangun di OCBC,” kata Parwati.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, OCBC mengembangkan layanan wealth management yang menggabungkan trusted wealth advisory, dukungan tim spesialis wealth management, pilihan solusi investasi yang komprehensif, serta kapabilitas digital yang memungkinkan nasabah mengakses layanan secara lebih mudah.

“(Hal itu) tanpa menghilangkan peran relationship manager,” ucapnya.

|Baca juga: Danamon (BDMN) Komitmen Dukung Pertumbuhan Startup di Indonesia

|Baca juga: Daftar Peserta BPJS Ketenagakerjaan Kini Lebih Mudah Lewat BSI Agen

Pendekatan tersebut didukung oleh berbagai kapabilitas, mulai dari Wealth Discovery untuk membantu memahami profil dan kebutuhan nasabah, Wealth Report yang komprehensif untuk memantau perkembangan portofolio, dan Wealth Insight yang relevan.

“Sehingga setiap keputusan investasi dapat diambil dengan lebih terinformasi dan sesuai dengan tujuan finansial jangka panjang,” ucapnya.

Dalam periode 2022 hingga Desember 2025, bisnis wealth management OCBC mencatat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 29 persen, yang melampaui Rp120 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan wealth management yang mengedepankan advisory dan solusi yang menyeluruh.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post AAJI Gelar TADEA 2026 di Surabaya, Apresiasi Prestasi dan Profesionalisme Tenaga Pemasar Asuransi Jiwa
Next Post Bank Jago Pastikan Data Nasabah Aman Meski Rapor Kredit Terhubung dengan SLIK OJK

Member Login

or