1
1

Pertumbuhan Ekonomi dan Fiskal Sehat Jadi Modal Penting Hadapi Ketidakpastian Global

Ilustrasi. | Foto: Media Asuransi/Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA – Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufiqurrahman dan Wakil Direktur Samuel Sekuritas Suria Dharma sepakat capaian pertumbuhan ekonomi dan kondisi fiskal yang tetap sehat merupakan modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi ketidakpastian global.

Namun, mereka menegaskan, momentum tersebut harus diikuti kebijakan yang mampu menjaga daya beli masyarakat, memperkuat kepercayaan investor, serta mempercepat reformasi struktural agar pertumbuhan ekonomi tetap berkualitas dan berkelanjutan

|Baca juga: Biar Makin Dicari Klien, Bos APPARINDO Bilang Broker Kini Perlu Paham Tax Planning!

|Baca juga: Indef: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih di Jalur yang Sehat

Dengan kombinasi fundamental ekonomi kuat, disiplin fiskal terjaga, serta reformasi konsisten, Indonesia memiliki peluang besar mempertahankan momentum pertumbuhan di atas lima persen hingga akhir 2026, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu negara dengan kinerja ekonomi terbaik di kawasan maupun kelompok G20.

Suria Dharma menambahkan kondisi fiskal Indonesia masih sangat terjaga. Pendapatan negara APBN semester I/2026 terealisasi Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target, tumbuh 21,4 persen secara tahunan (yoy).

“Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi pasar karena menunjukkan kemampuan pemerintah menjaga kesehatan fiskal di tengah dinamika ekonomi global. Ini perkembangan yang cukup positif bagi pasar,” ujar dia.

|Baca juga: Bos KB Bank (BBKP) Borong 1 Juta Saham, Ada Apa?

|Baca juga: OJK Catat Aset Industri Asuransi Tembus Rp1.197 Triliun, tapi Pertumbuhan Premi Masih Landai!

Pendapatan dalam realisasi APBN semester I tahun ini terutama ditopang penerimaan perpajakan yang mencapai Rp1.187,8 triliun atau 44,1 persen dari target APBN. Sebelumnya, ia menambahkan, sempat muncul kekhawatiran akibat implementasi sistem Coretax.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

“Ternyata dalam dua bulan terakhir kinerjanya cukup bagus. Ini yang membuat pencapaian penerimaan perpajakan menjadi lebih baik,” papar Suria.

Selain pajak, menurut Suria Dharma, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencatatkan kinerja menggembirakan dengan realisasi Rp271 triliun atau 59 persen dari target, meningkat 21,6 persen yoy, kendati pemerintah tidak lagi memperoleh dividen dari BUMN seperti tahun-tahun sebelumnya.

|Baca juga: Industri Asuransi Berpeluang Ketiban ‘Durian Runtuh’ Rp1 Triliun Akibat Inflasi Kesehatan

|Baca juga: Biar Klien Gak Kabur, APPARINDO Dorong Broker Agresif Tawarkan Dana Pensiun ke Nasabah

Lebih lanjut, Suria menyoroti penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang mencapai Rp315,7 triliun hingga Mei 2026, meningkat 41,3 persen. Hal itu menjadi indikasi aktivitas konsumsi masyarakat masih bergerak positif.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BI Komitmen Terus Berdayakan UMKM Demi Perkuat Pertumbuhan Ekonomi RI
Next Post Inilah Peran Asuransi Syariah dalam Kehidupan Modern

Member Login

or