Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak ditampik masih mengalami tekanan dan belum berada di level yang kokoh. Setidaknya perlu ada katalis positif signifikan untuk membuat indeks acuan saham Indonesia kembali menguat dan berada di atas level 7.000an lagi.
Dengan kondisi semacam itu, ada beberapa analis atau lembaga keuangan yang menilai waktunya bagi investor untuk membeli sejumlah saham dengan fundamental kuat yang terdiskon. Akan tetapi, hal tersebut dengan tetap memperhatikan sejumlah indikator guna meredam risiko yang muncul.
|Baca juga: Jangan Remehkan Penyakit Tropis, Allianz Indonesia Catat Ribuan Klaim di Awal 2026!
|Baca juga: Banggar dan Pemerintah Sepakati RAPBN 2027, Ekonomi Ditargetkan Tumbuh 6,5%
Selain itu, ketidakpastian semakin menjadi-jadi saat ekonomi dunia mengalami tekanan akibat sejumlah risiko. Di antara yang menjadi perhatian adalah perang yang masih berkecamuk yang harapannya bisa segera mereda agar memberikan efek positif terhadap perekonomian global.
“(Dengan kondisi ketidakpastian sekarang ini) saya lebih suka istilah time to diversify daripada time to buy. Karena diversifikasi itu bukan sekadar buy,” kata Head of Investment & Insurance Product DBS Indonesia Djoko Soelistyo, kepada Media Asuransi, di Jakarta, dikutip Rabu, 24 Juni 2026.
View this post on Instagram
“Diversifikasi berarti bagaimana membagi investasi kita ke produk-produk yang menurut kita, menurut profil risiko masing-masing, sesuai dengan kondisi pasar atau info yang diterima oleh orang tersebut. Karena satu berita terhadap customer A belum tentu sama dengan kalau saya berikan ke customer B, padahal beritanya sama,” tambahnya.
Dirinya tidak menampik kondisi pasar modal yang sedang tertekan saat ini memunculkan peluang untuk mencari saham dengan fundamental bagus tapi sedang terdiskon. Namun, ia menekankan agar masyarakat melakukan diversifikasi guna menjaga stabilitas keuangan yang dimiliki.
|Baca juga: LPS Wanti-wanti Ancaman AI Colonialism di Industri Keuangan, Apa Itu?
|Baca juga: Kenapa Gen Z Belum Kepincut Asuransi? Begini Penjelasan dari LPS
“Jadi yang penting adalah diversifikasinya, bukan masalah buy-nya. Bahkan, apakah is it good time to sell? Ya maybe, for certain. Tapi sell untuk kemudian melakukan relokasi ke tempat yang lain. Jadi saya lebih suka istilah yang kedua. Time to diversify, bukan sekadar buy,” ucapnya.
|Baca juga: Ada Wacana Iuran BPJS Bakal Naik, Asuransi Swasta Justru Kecipratan Berkah?
|Baca juga: KB Bank (BBKP) Buka Suara soal PHK Ratusan Karyawan dan Penutupan Puluhan Kantor Cabang
“Jadi jangan ditanya, time to sell? Bukan, bukan masalah time to sell. Time to diversify. Every day is a time to diversify,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

