Media Asuransi, JAKARTA – Chief of Partnership Distribution Officer Allianz Life Indonesia Ancilla Lily menyebutkan kebutuhan nasabah saat ini tidak hanya proteksi yang kuat. Hal itu sejalan dengan perkembangan yang begitu pesat terkait proteksi dan risiko kehidupan.
“Tetapi juga solusi yang dapat membantu menjaga rencana finansial jangka panjang tetap berada pada jalurnya ketika risiko kehidupan terjadi,” kata Ancilla, dikutip dari keterangan resminya, Jumat, 26 Juni 2026.
|Baca juga: OJK Minta Asuransi Perangi Fraud dan Overutilisasi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
|Baca juga: Tugu Insurance (TUGU) Dilibatkan dalam Kajian Danantara soal Merger Asuransi BUMN
Tidak ditampik, di tengah dinamika ekonomi saat ini, perencanaan finansial jangka panjang tetap menjadi tantangan bagi banyak nasabah affluent di Indonesia. Dalam konteks wealth planning, proteksi menjadi semakin relevan sebagai fondasi untuk menjaga kesinambungan tujuan finansial.
“Khususnya ketika nasabah juga perlu menyeimbangkan kebutuhan keluarga, perencanaan pensiun, pendidikan, dan keberlanjutan kualitas hidup,” ucapnya.;
View this post on Instagram
Melalui berbagai interaksi dengan para nasabah, Head of Networks Sales and Distribution HSBC Indonesia Sumirat Gandapraja menambahkan, HSBC Indonesia memahami bahwa nasabah affluent saat ini memiliki ekspektasi yang sangat spesifik dalam perencanaan keuangan mereka.
|Baca juga: Bank DBS Indonesia Siap Terus Dampingi Nasabah di Tengah Volatilitas Pasar
|Baca juga: BUKA Genjot Ekspansi di Segmen Mitra, Ritel, Gaming, dan Investasi
|Baca juga: Pemprov DKI Jakarta dan Bank Jakarta Raih Penghargaan pada Cita Loka Fest 2026
“Mereka adalah para perencana yang terstruktur, visioner, dan menuntut kepastian tinggi (high certainty) untuk proteksi diri dan keluarga, terutama dalam mengawal masa produktif, melindungi aset dari risiko utang, serta memastikan dana pendidikan anak berjalan tanpa kendala,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

