Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia melaporkan bahwa likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2026 tumbuh lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya.
Pada September 2026, M2 tumbuh sebesar 8,3 persen year on year (yoy), sehingga mencapai Rp10.587,9 triliun. Pertumbuhannya sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada pada Agustus 2026 yang sebesar 8,2 persen yoy.
|Baca juga: BI Beberkan Biang Kerok Penyebab Rupiah Terus Melemah
“Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 9,0 persen yoy dan uang kuasi sebesar 7,3 persen yoy,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi.
|Baca juga: ACMF Dukung Reformasi dan Penguatan Pasar Modal Indonesia
Dia tambahkan, perkembangan M2 pada September 2026 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada pemerintah pusat, aktiva luar negeri bersih, dan penyaluran kredit. Tagihan bersih kepada pemerintah pusat tumbuh sebesar 24,4 persen yoy, setelah mengalami kontraksi sebesar 7,0 persen yoy pada Agustus 2026.
Aktiva luar negeri bersih pada September 2026 tumbuh sebesar 1,0 persen yoy, setelah mengalami kontraksi pada Agustus 2026 sebesar 6,6 persen yoy. “Demikian pula, penyaluran kredit tumbuh sebesar 12,7 persen yoy, melanjutkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,3 persen yoy,” jelas Ramdan.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

