1
1

Prudential Indonesia Tunggu Kejelasan Skema terkait Potensi Bisnis di Pembangunan Kampung Nelayan

Wakil Presiden Direktur Prudential Indonesia Vikash Kumar Sinha. | Foto: Prudential Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Wacana pengembangan program Kampung Nelayan Merah Putih yang dinilai membuka peluang baru bagi industri asuransi belum langsung disambut dengan langkah konkret oleh pelaku industri.

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menegaskan masih menunggu kejelasan lebih lanjut dari regulator sebelum masuk ke dalam skema tersebut.

Vice President Director Prudential Indonesia Vikash Kumar Sinha menyampaikan hingga saat ini perusahaan belum dapat memetakan potensi bisnis maupun mekanisme kerja sama, termasuk peluang premi yang bisa dihasilkan dari program tersebut. Hal ini lantaran belum adanya informasi teknis yang rinci dari regulator maupun asosiasi terkait.

|Baca juga: OJK Minta BNI Tuntaskan Penyelesaian Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

|Baca juga: Rp28 Miliar Digelapkan Eks Pegawai, BNI (BBNI) Pastikan Kembalikan Dana Aek Nabara

|Baca juga: BNI Sekuritas Sarankan 6 Saham Pilihan Ini saat IHSG Berpeluang Terkoreksi

“Tentunya kami akan menunggu informasi lebih detail mengenai program asuransi bagi Kampung Nelayan dari regulator dan asosiasi,” ujar Vikash, kepada Media Asuransi, dikutip Senin, 20 April 2026.

Menurutnya, kejelasan desain program menjadi faktor krusial bagi industri asuransi, terutama dalam mengukur risiko, menentukan model perlindungan, hingga merancang skema kerja sama yang tepat. Tanpa kerangka yang jelas, perusahaan akan kesulitan dalam menyusun strategi bisnis yang berkelanjutan di sektor tersebut.

|Baca juga: Prudential Indonesia Andalkan Digitalisasi untuk Percepat Proses Klaim Nasabah

|Baca juga: Permintaan Asuransi Diyakini Naik saat Mudik Lebaran, Begini Kata OJK

Meski demikian, Prudential menegaskan tetap terbuka terhadap peluang yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Perusahaan menilai pendekatan berbasis komunitas memiliki potensi besar, asalkan didukung sistem yang matang dan kolaborasi yang kuat antara regulator, asosiasi, dan pelaku industri.

Dalam konteks ini, kehadiran program kampung nelayan dinilai bisa menjadi pintu masuk bagi perluasan penetrasi asuransi ke segmen masyarakat yang selama ini belum terjangkau secara optimal. Namun, implementasi yang efektif tetap membutuhkan perencanaan yang komprehensif serta dukungan regulasi yang jelas.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Dicecar BEI tentang Volatilitas Saham, Manajemen JMA Syariah (JMAS) Buka Suara!
Next Post Persaingan Kian Sengit, Bos OJK Minta Industri Asuransi Terapkan Strategi Ini

Member Login

or