Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat prospek industri asuransi secara keseluruhan tetap positif dengan pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Meski demikian, industri asuransi harus tetap mengedepankan inovasi di era digitalisasi seperti sekarang ini.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menjelaskan prospek industri asuransi secara keseluruhan tetap positif didukung oleh keseimbangan antara segmen individu dan kumpulan.
“Serta penguatan tata kelola dan manajemen risiko di tengah dinamika pasar dan tantangan global,” kata Ogi Prastomiyono, dikutip dari jawaban tertulisnya, Senin, 20 April 2026.
|Baca juga: Risiko Gagal Bayar Meningkat, Konflik Timur Tengah Tekan Industri Asuransi Kredit
|Baca juga: Allianz Indonesia: Kenaikan Biaya Medis Jadi Perhatian Besar bagi Masyarakat
Selain itu, ia menambahkan, ke depan persaingan industri asuransi diperkirakan semakin berbasis pada inovasi, efisiensi, dan kualitas layanan. Pemanfaatan teknologi, termasuk AI, juga dipandang penting untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi.
“Seperti dalam underwriting dan deteksi fraud, namun tetap memerlukan peran manusia dalam aspek pengambilan keputusan dan perlindungan konsumen,” ucapnya.
Direktur Allianz Life Syariah Indonesia Jazilah Firdaus tidak menampik persaingan bisnis di asuransi syariah terbilang ketat sekarang ini. Dengan kondisi itu, inovasi produk menjadi kunci untuk bisa menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di masa mendatang.
|Baca juga: UMKM Kuasai Ekonomi, tapi Akses Pembiayaan Masih Seret? OJK Bongkar Fakta Ini!
|Baca juga: Porsi Kredit UMKM Masih Mini, DPR Bongkar Biang Keroknya!
“Sudah tentu peta persaingan di bisnis asuransi syariah sangat ketat, even right now. Inovasi produk definitely itu merupakan salah satu key, karena bread and butter of asuransi adalah produk,” kata Jazilah.
Menurutnya menghadirkan produk asuransi syariah yang berinovasi memang dibutuhkan dan juga menjadi fokus di Allianz Syariah. Selain itu, diperlukan produk asuransi syariah yang sesuai dengan perkembangan zaman dan sesuai kebutuhan dari masyarakat.
“Menghadirkan produk yang berinovasi benar sekali, itu merupakan fokus kita sebenarnya di Allianz. Maqasid syariah merupakan protection compass untuk produk yang dibutuhkan. Tapi sebenarnya kita juga ingin step away from product being known as copy and paste of product konvensional,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
