1
1

Rayakan Milad ke-23, AASI Jaga Momentum Pertumbuhan Industri Asuransi Syariah

Ketua Umum AASI, Fauzi Arfan (kiri). | Foto: Edi Santosa/Media Asuransi

Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) meyakini bahwa diperlukan ekosistem yang kuat untuk mendorong pertumbuhan industri asuransi syariah. Selain itu, diperlukan kerja sama semua pihak untuk dapat meningkatkan industri asuransi syariah dapat berkembang secara seaht dan berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Ketua Umum AASI AASI, Fauzi Arfan, dalam acara Tahniah Milad ke-23 AASI di The Langham Jakarta, Jumat, 11 September 2026. “Milad ke-23 menjadi momentum bagi AASI untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan industri asuransi syariah terus tumbuh secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Pertumbuhan industri tidak dapat dibangun secara sendiri-sendiri; dibutuhkan ekosistem yang kuat bersama anggota dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Fauzi Arfan.

Tahniah Milad ke-23 menjadi refleksi atas perkembangan industri asuransi syariah yang sepanjang semester I/2026 tetap menunjukkan kinerja positif, terutama dari pertumbuhan aset dan investasi industri. Berdasar data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penerimaan kontribusi industri asuransi syariah mencapai Rp11,72 triliun pada semester I/2026.

|Baca juga: SIEF 2026 Dorong Penguatan SDM dan Inovasi Industri Asuransi Syariah

Di tengah dinamika industri, asuransi umum syariah mencatat pertumbuhan kontribusi yang positif sebesar 40,54 persen secara tahunan (year on year/yoy). Perkembangan tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang pertumbuhan pada berbagai segmen industri asuransi syariah.

Kinerja positif terutama terlihat dari pertumbuhan aset industri. Hingga Juni 2026, total aset industri asuransi syariah mencapai Rp50,90 triliun, tumbuh 7,09 persen yoy dibandingkan Rp47,53 triliun pada Juni 2025. Pertumbuhan tersebut turut didukung oleh aset asuransi jiwa syariah yang mencapai Rp37,36 triliun serta aset asuransi umum syariah sebesar Rp10,61 triliun.

Pertumbuhan juga tercatat pada investasi industri asuransi syariah. Hingga Juni 2026, total investasi mencapai Rp39,87 triliun atau tumbuh 7,97 persen yoy, semakin mendekati Rp40 triliun. Investasi asuransi jiwa syariah tercatat sebesar Rp29,57 triliun, sementara investasi asuransi umum syariah mencapai Rp7,90 triliun.

|Baca juga: Masih Banyak Salah Kaprah, Ini Karakter Asuransi Syariah yang Perlu Dipahami!

“Basis aset dan investasi industri tetap menunjukkan perkembangan positif sepanjang semester I/2026. Di tengah proses transformasi struktur industri, perkembangan tersebut menunjukkan kapasitas industri terus bertumbuh dan menjadi salah satu penopang keberlanjutan bisnis serta pemenuhan kewajiban kepada peserta,” ujar Ketua Bidang IT, Operasional dan Human Capital AASI, Yurivanno Gani.

Sepanjang semester I/2026 industri asuransi syariah telah membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp3,37 triliun. Pembayaran tersebut mencerminkan peran industri dalam memberikan perlindungan dan manfaat kepada peserta dan keluarga pada saat dibutuhkan.

“Bagi AASI, klaim bukan sekadar angka pembayaran, tetapi realisasi dari janji perlindungan kepada peserta. Tantangan industri ke depan bukan hanya menjaga kekuatan segmen jiwa syariah, tetapi juga memperluas sumber pertumbuhan agar kontribusi industri semakin terdiversifikasi dan menjangkau basis peserta yang lebih luas,” ujar Ketua Bidang Marketing Communication AASI, Vivin Arbianti Gautama.

Editor: S. Edi Santosa

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post OJK Dorong Produk Asuransi Makin Inovatif dan Mudah Dipahami Konsumen
Next Post IHSG Sesi I Terpangkas 111 Poin

Member Login

or