Media Asuransi, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksikan laba bersih di sepanjang 2027 mencapai sebesar Rp563,9 miliar. Angka tersebut meningkat sebanyak 22,76 persen dibandingkan dengan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 revisi.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan dari sisi posisi keuangan, total aset perseroan diproyeksikan menjadi Rp9,12 triliun dengan total ekuitas sebesar Rp7,66 triliun. Perseroan, lanjutnya, juga menganggarkan total belanja investasi sebesar Rp670 miliar atau meningkat 161,82 persen.
“(Langkah itu dilakukan) untuk mendukung pengelolaan infrastruktur dan pertumbuhan bisnis ke depan,” kata Jeffrey, dalam Konferensi Pers RUPSLB BEI, di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.
Terhadap seluruh inisiatif dan asumsi yang telah disusun, ia menambahkan, proyeksi keuangan perseroan pada 2027 diproyeksikan total pendapatan mencapai Rp2,59 triliun atau tumbuh 14,6 persen dari RKAT 2026 revisi. Kenaikan pendapatan ini ditopang oleh sejumlah pendorong utama.
|Baca juga: BEI Targetkan Rata-rata Nilai Transaksi Harian Tembus Rp21 Triliun di 2027, Naik 16,7%!
“Meliputi proyeksi aktivitas transaksi efek yaitu nilai transaksi rata-rata harian Rp21 triliun, kemudian juga kontribusi dari jasa pencatatan efek, serta pertumbuhan jasa layanan data kebursaan yang terus bertumbuh setiap tahunnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Jeffrey menjelaskan, penyusunan RKAT 2027 sudah mempertimbangkan sejumlah hal. Pertimbangan itu mulai dari perkembangan kondisi ekonomi domestik maupun global, prospek pertumbuhan pasar modal, serta capaian kinerja tahun berjalan.
Jeffrey menjelaskan meskipun ketidakpastian global masih menjadi perhatian, namun BEI melihat adanya peluang pertumbuhan yang didukung oleh stabilitas ekonomi domestik, arah kebijakan pemerintah yang mendorong investasi, serta aktivitas pelaku pasar modal yang terus berkembang.
|Baca juga: Energi Andal, Ekonomi Tumbuh: Merajut Daya Saing RI dari Listrik
|Baca juga: Laba Bank Jago (ARTO) Naik 50% Jadi Rp298 Miliar hingga September 2026
“Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Bursa Efek Indonesia menerapkan tiga asumsi utama sebagai dasar penyusunan RKAT 2027,” kata Jeffrey.
Pertama, rata-rata nilai transaksi harian ditargetkan sebesar Rp21 triliun, meningkat 16,7 persen dibandingkan dengan RKAT 2026 revisi, yaitu sebesar Rp18 triliun, dengan asumsi 241 hari bursa. Kedua, pencatatan efek baru ditargetkan sebesar 905 efek, meningkat 13,1 persen dibandingkan dengan RKAT 2026 revisi sebesar 800 efek.
“Target tersebut mencakup 25 pencatatan saham baru, 175 emisi obligasi dan sukuk, serta 705 efek lainnya termasuk waran terstruktur dan produk investasi kolektif,” ujarnya.
Ketiga, rata-rata investor aktif bulanan ditargetkan mencapai 1,3 juta investor, naik 44,4 persen daripada RKAT 2026 revisi, yaitu 900 ribu investor. Untuk mendukung pertumbuhan, BEI akan terus memperluas jangkauan edukasi, literasi, dan aktivasi melalui jaringan kantor perwakilan, galeri investasi, serta pemanfaatan kanal digital.
“Ketiga asumsi tersebut menjadi landasan dalam penyusunan proyeksi kinerja dan anggaran bursa 2027 dengan tetap memperhatikan dinamika pasar dan keberlanjutan pertumbuhan ke depan tentunya,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

