1
1

BEI Targetkan Rata-rata Nilai Transaksi Harian Tembus Rp21 Triliun di 2027, Naik 16,7%!

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik. | Foto: Media Asuransi/Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2027 sudah mempertimbangkan sejumlah hal. Pertimbangan itu mulai dari perkembangan kondisi ekonomi domestik maupun global, prospek pertumbuhan pasar modal, serta capaian kinerja tahun berjalan.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan meskipun ketidakpastian global masih menjadi perhatian, namun BEI melihat adanya peluang pertumbuhan yang didukung oleh stabilitas ekonomi domestik, arah kebijakan pemerintah yang mendorong investasi, serta aktivitas pelaku pasar modal yang terus berkembang.

“Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Bursa Efek Indonesia menerapkan tiga asumsi utama sebagai dasar penyusunan RKAT 2027,” kata Jeffrey, dalam Konferensi Pers RUPSLB BEI, di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.

|Baca juga: Laba Bank Jago (ARTO) Naik 50% Jadi Rp298 Miliar hingga September 2026

Pertama, rata-rata nilai transaksi harian ditargetkan sebesar Rp21 triliun, meningkat 16,7 persen dibandingkan dengan RKAT 2026 revisi, yaitu sebesar Rp18 triliun, dengan asumsi 241 hari bursa. Kedua, pencatatan efek baru ditargetkan sebesar 905 efek, meningkat 13,1 persen dibandingkan dengan RKAT 2026 revisi sebesar 800 efek.

|Baca juga: Dukung Perekonomian Nasional, BCA (BBCA) Komitmen Salurkan Kredit ke Berbagai Sektor Ekonomi

|Baca juga: Energi Andal, Ekonomi Tumbuh: Merajut Daya Saing RI dari Listrik

“Target tersebut mencakup 25 pencatatan saham baru, 175 emisi obligasi dan sukuk, serta 705 efek lainnya termasuk waran terstruktur dan produk investasi kolektif,” ujarnya.

Ketiga, rata-rata investor aktif bulanan ditargetkan mencapai 1,3 juta investor, naik 44,4 persen daripada RKAT 2026 revisi, yaitu 900 ribu investor. Untuk mendukung pertumbuhan, BEI akan terus memperluas jangkauan edukasi, literasi, dan aktivasi melalui jaringan kantor perwakilan, galeri investasi, serta pemanfaatan kanal digital.

“Ketiga asumsi tersebut menjadi landasan dalam penyusunan proyeksi kinerja dan anggaran bursa 2027 dengan tetap memperhatikan dinamika pasar dan keberlanjutan pertumbuhan ke depan tentunya,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Laba Bank Jago (ARTO) Naik 50% Jadi Rp298 Miliar hingga September 2026
Next Post BEI Bidik Laba Bersih Capai Rp563,9 Miliar dan Aset Tembus Rp9,12 Triliun di 2027

Member Login

or