1
1

Penjualan dan Pendapatan Usaha APLN Capai Rp3,66 Triliun di Semester I-2026

Tedi Guswana (kiri) berbincang dengan Yenti Lokat (kanan) sambil melihat maket fasilitas club house premium dalam pameran The Club House by Agung Podomoro di Central Park Mall, Jakarta. | Foto: Agung Podomoro

Media Asuransi, JAKARTA – PT Agung Podomoro Land Tbk (kode saham: “APLN” atau “Perseroan”) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang semester I-2026 dengan membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp3,66 triliun, meningkat 117 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,69 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, Perseroan juga membalikkan rugi komprehensif di semester pertama tahun lalu menjadi mencatatkan laba komprehensif periode berjalan sebesar Rp523,5 miliar.

Membaiknya kinerja Perseroan ini sejalan dengan meningkatnya pengakuan penjualan dari proyek-proyek unggulan, optimalisasi portofolio aset, serta pengelolaan operasional yang semakin efisien. Hingga Juni 2026 marketing sales tercatat sebesar Rp603 miliar, dari target tahun 2026 sebesar Rp1,4 triliun. Capaian ini didorong oleh permintaan yang tetap kuat terhadap produk hunian, khususnya rumah tapak, serta proyek mixed-use milik Perseroan.

|Baca juga: Agung Podomoro Hadirkan Fasilitas Club House di Seluruh Proyek Hunian di Indonesia

Corporate Secretary APLN Justini Omas, mengatakan bahwa capaian ini menunjukkan strategi Perseroan dalam menjaga fundamental bisnis tetap kokoh di tengah berbagai dinamika ekonomi global dan domestik, berjalan sesuai rencana.

“Kinerja semester pertama tahun ini menunjukkan bahwa implementasi dari strategi bisnis berjalan sesuai arah yang kami tetapkan. Pertumbuhan bisnis yang berhasil dicapai memberikan keyakinan bagi kami untuk terus menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun,” kata Justini dalam keterangan resmi, Jumat, 31 Juli 2026.

Dampak membaiknya kinerja APLN juga tergambar dari total liabilitas Perseroan yang terus menurun. Pada semester I-2026, liabilitas atau beban utang APLN tercatat Rp10,37 triliun, lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp11,28 triliun. Selama 2,5 tahun terakhir, APLN secara agresif terus menurunkan beban-beban hutangnya. Sebagai gambaran, pada akhir tahun 2023 total liabilitas Perseroan masih tercatat sebesar Rp 14,87 triliun. Artinya, selama 2,5 tahun APLN mampu melunasi utang hingga senilai Rp 4,50 triliun.

|Baca juga: Agung Podomoro Land (APLN) Cetak Laba Rp513,8 Miliar di Kuartai I/2026

“Kami terus berfokus pada pengembangan proyek yang memiliki permintaan tinggi, mempercepat penyelesaian proyek, serta mengelola aset secara optimal agar mampu menciptakan nilai tambah sekaligus menjaga profitabilitas dan kesehatan keuangan Perseroan,” tambah Justini.

Fundamental keuangan Perseroan juga semakin kuat. Hingga akhir Juni 2026, posisi kas dan setara kas meningkat menjadi Rp1,13 triliun, sementara arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp1,51 triliun. Perseroan juga berhasil menurunkan total liabilitas menjadi Rp10,37 triliun, sehingga semakin memperkuat struktur permodalan.

Justini juga menegaskan bahwa industri properti masih akan menghadapi banyak tantangan hingga akhir tahun ini. Tren kenaikan suku bunga perbankan, keyakinan konsumen terhadap perekonomian yang belum cukup kuat, hingga penurunan daya beli di sektor kelas menengah dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli properti.

Editor Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Danamon (BDMN) Pede NPL Tetap Rendah hingga Akhir 2026, Begini Siasatnya!

Member Login

or