Media Asuransi, JAKARTA – Pentingnya perawatan penyakit kronis (chronic care) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pasalnya, peningkatan usia harapan hidup belum sepenuhnya diikuti dengan kondisi kesehatan yang optimal.
|Baca juga: Zurich Soroti Pentingnya Adaptasi terhadap Perubahan
Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk., Musi Samosir, mengatakan hasil studi Zurich mengenai chronic care di berbagai negara menunjukkan adanya kesenjangan antara lifespan (usia hidup) dan healthspan (masa hidup dalam kondisi sehat). Temuan tersebut sejalan dengan riset yang dilakukan Kementerian Kesehatan di Indonesia.
“Usia kita memang semakin panjang, tapi kesehatan kita belum mengikuti panjangnya usia. Artinya, ada kesenjangan antara lifespan dan healthspan yang bisa mencapai dalam satu dekade,” ujar Musi dalam Konferensi Pers Peringatan 35 tahun Zurich di Indonesia, di Toby’s Estate, Senayan Park, Selasa, 3 November 2026.
|Baca juga: Zurich Perkuat Strategi Asuransi Kesehatan dan Ketahanan Masyarakat
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan seseorang dapat memiliki usia panjang, tetapi menjalani beberapa tahun terakhir kehidupannya dalam kondisi kesehatan yang kurang baik. Karena itu, chronic care menjadi penting untuk memastikan peningkatan usia harapan hidup juga diikuti kualitas hidup yang lebih baik.
Musi menambahkan, tingginya biaya penanganan penyakit kritis dan kronis perlu diantisipasi melalui dua pendekatan, yakni pengelolaan kondisi penyakit (managing critical or chronic conditions) dan pencegahan (prevention).
Selain itu, diperlukan koordinasi dan kolaborasi berbagai pihak untuk membangun ekosistem perawatan kesehatan yang lebih terintegrasi. Dengan pendekatan tersebut, upaya menjaga kesehatan diharapkan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
