1
1

Zurich Dorong Ketahanan Tenaga Kerja melalui Proactive Care

Media Asuransi, JAKARTA – PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk. mendorong penguatan ketahanan tenaga kerja (workforce resilience) melalui penerapan konsep kesejahteraan (well-being) di lingkungan kerja dengan mengedepankan perawatan dan pencegahan sejak dini (proactive care).

|Baca juga: Zurich Perkuat Strategi Asuransi Kesehatan dan Ketahanan Masyarakat

Country Manager dan President Director PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk., Edhi Tjahja Negara, mengatakan kesejahteraan pekerja menjadi faktor penting dalam mendukung masa depan Indonesia. Menurutnya, masyarakat tidak hanya perlu memiliki harapan hidup lebih panjang, tetapi juga kualitas hidup dan kesehatan yang lebih baik.

“Karena itu tema kita hari ini adalah well–being, terutama well-being at work karena kita merasa bahwa masa depan Indonesia diperuntukkan oleh para pekerja yang ada di dunia kerja,” ujar Edhi dalam Konferensi Pers Peringatan 35 Tahun Zurich di Indonesia, yang diselenggarakan di Toby’s Estate, Senayan Park, Selasa, 3 November 2026.

|Baca juga: Hari Asuransi dan Upaya Mendongkrak Literasi

Ia menambahkan, Zurich Indonesia berkomitmen berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ketahanan tenaga kerja. Hal ini penting agar pekerja mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjaga produktivitas dan kesejahteraannya.

Edhi menjelaskan, konsep well-being tidak hanya mencakup kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental, sosial, dan fungsional. Oleh karena itu, pendekatan yang dikembangkan perlu bergeser dari intervensi reaktif menuju perawatan proaktif melalui perhatian dan pencegahan sejak dini.

|Baca juga: OJK Dorong Penguatan Kapasitas Reasuransi Domestik untuk Kurangi Ketergantungan pada Asing

“Bagaimana kita membangun ekosistem yang lebih sehat, tidak hanya mengenai physical health, tapi juga mengenai social well-being, yang lebih memotivasi dan lain sebagainya,” katanya.

Editor: Irdiya Setiawan 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Hanya 43% Masyarakat Percaya Diri Hadapi Gangguan Keuangan
Next Post Zurich Soroti Pentingnya Adaptasi terhadap Perubahan

Member Login

or