Media Asuransi, JAKARTA – Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menjelaskan kapabilitas digital Bank Mandiri yang terus tumbuh menjadi fondasi utama dalam memperluas sinergi ekosistem dan menjangkau seluruh lapisan ekonomi nasional.
“Melalui tiga platform utama yang melayani segmen individu, bisnis, dan digitalisasi UMKM,” kata Novita, dikutip dari Public Expose Kuartal I/2026 Bank Mandiri, di Jakarta, Selasa, 21 April 2026.
Livin’ by Mandiri kini digunakan oleh sekitar 39 juta pengguna terdaftar, tumbuh 27 persen secara tahunan (YoY), dengan rata-rata akuisisi sekitar 27 ribu pengguna baru setiap harinya, serta frekuensi transaksi yang tumbuh 13 persen YoY ke angka 1,24 miliar transaksi.
|Baca juga: AirAsia MOVE Sebut Perempuan Mengubah Lanskap Industri Perjalanan Global
|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Bersih Rp15,4 Triliun di Kuartal I/2026
|Baca juga: GoSend Perkuat Standar Keamanan dengan Hadirkan Kode Terima Paket
Bank Mandiri juga menghadirkan Livin’ Call, layanan call center bebas pulsa yang terintegrasi di aplikasi Livin’ by Mandiri, tersedia 24 jam sehari, tujuh hari penuh, termasuk saat diakses dari luar negeri tanpa biaya sambungan internasional.
Pada segmen bisnis, Kopra by Mandiri telah melayani sekitar 335 ribu pengguna terdaftar, tumbuh 27 persen YoY, di mana 85 persen merupakan pelaku UMKM, dengan frekuensi transaksi tumbuh 13 persen YoY ke angka 395 juta transaksi.
Sementara itu, Livin’ Merchant terus memperkuat peran Bank Mandiri dalam mendorong digitalisasi UMKM. Platform ini telah digunakan oleh 3,3 juta merchant terdaftar atau tumbuh 28 persen YoY, di mana 63 persen di antaranya berasal dari kawasan non-urban.
“Seluruh kapabilitas digital Bank Mandiri sejatinya merupakan sarana untuk Bank Mandiri dapat menjangkau nasabah dengan efektif dan efisien secara operasional, bahkan hingga ke pulau-pulau terluar, mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif,” ujar Novita.
|Baca juga: Mirae Asset Sebut Peluang Investasi di Pasar Keuangan RI Masih Terbuka, Ini Alasannya!
|Baca juga: Genjot Lini Usaha Kendaraan Bermotor, Industri Asuransi Diminta Perkuat Distribusi dan Digitalisasi
|Baca juga: OJK: Pelemahan Rupiah Berpotensi Naikkan Biaya Klaim Asuransi
Di sisi lain, Bank Mandiri mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi dan proses bisnis melalui tiga pilar utama: Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menjelaskan, pada pilar Sustainable Banking, portofolio pembiayaan berkelanjutan per Maret 2026 tercatat Rp320 triliun, tumbuh 8,8 persen YoY, terdiri dari pembiayaan hijau Rp167 triliun yang meningkat 12,6 persen YoY serta portofolio sosial Rp153 triliun naik 5,1 persen YoY.
Pada kuartal ini, perseroan mencatat pembiayaan baru sebesar Rp3,6 triliun di sektor green building dan Rp5,2 triliun di sektor pengelolaan sumber daya alam hayati. Sejalan dengan ketentuan POJK yang mendorong pengembangan produk keuangan berkelanjutan, Bank Mandiri juga terus memperkuat sisi pendanaan.
|Baca juga: Manajemen BFI Finance (BFIN) Buka Suara terkait Lonjakan Saham
|Baca juga: Matahari (LPPF) Resmi Ganti Nama Jadi MDS Retailing, Apa Alasannya?
|Baca juga: Alamtri Minerals Indonesia (ADMR) Tebar Dividen US$120 Juta, Simak Jadwal Lengkapnya!
Hal itu tercermin dari alokasi penuh dana Green Bond Tahap II sebesar Rp5 triliun, masing-masing sebesar 72 persen untuk sektor pengelolaan SDA hayati dan 28 persen untuk transportasi ramah lingkungan.
“Dengan kinerja dan fundamental yang solid tersebut, kami optimistis ke depannya Bank Mandiri akan dapat menghasilkan kontribusi positif dan signifikan, dalam memperkuat industri perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” pungkas Henry.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
