1
1

CASA Melonjak 40,6%, SMBC Indonesia Cetak Kinerja Solid di Awal 2026

Gedung Kantor Pusat Bank SMBC Indonesia. | Foto: SMBC Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) mempertahankan tren kinerja positif pada tiga bulan pertama 2026. Keberhasilan ini ditopang oleh strategi kolaborasi antara induk usaha dan anak-anak perusahaan, serta penguatan struktur dana murah yang signifikan.

Berdasarkan laporan konsolidasi per Maret 2026, total aset SMBC Indonesia tumbuh 4,1 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp250 triliun. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh aset likuid yang melonjak 22,2 persen yoy, berasal dari penempatan pada surat berharga.

Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar menyebut kinerja tersebut merupakan hasil dari pendekatan selektif dalam penyaluran kredit di tengah dinamika pasar.

|Baca juga: RUPST SMBC Indonesia (BTPN) Setujui Pembagian Dividen Rp101 Miliar dan Rombak Direksi

|Baca juga: BTN (BBTN) Absen Tebar Dividen Tahun Buku 2025, Ini Alasannya!

“Pertumbuhan kredit yang tetap terjaga ini mencerminkan pendekatan kami yang selektif dan berimbang di tengah dinamika pasar dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Henoch, dalam keterangan resmi yang dikutip Senin, 27 April 2026.

Dari sisi intermediasi, SMBC Indonesia mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp191,8 triliun pada kuartal I/2026, naik 2,0 persen yoy. Pertumbuhan ini berasal dari segmen kredit korporasi dan komersial yang naik 4,1 persen yoy, serta kredit Jenius (di luar Digital Micro) yang melesat 12,0 persen yoy.

Pembiayaan Grup OTO dan BTPN Syariah juga ikut tumbuh masing-masing 5,0 persen yoy dan 3,7 persen yoy. Laba bersih setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk secara konsolidasi tercatat Rp456 miliar.

|Baca juga: SIMGAJI Taspen Sudah Jangkau 96,52% Pemda hingga Maret 2026, Ini Rinciannya!

|Baca juga: Pemerintah dan Jasaraharja Putera Genjot Asuransi Pariwisata di Labuan Bajo

Sementara itu, laba bank tumbuh 6,5 persen yoy menjadi Rp221 miliar. Di sisi anak usaha, BTPN Syariah membukukan laba bersih Rp319 miliar atau tumbuh 2,8 persen yoy, sedangkan Grup OTO mencatat lonjakan laba 45,5 persen yoy menjadi Rp113 miliar.

Salah satu pencapaian paling menonjol adalah penguatan dana murah (Current Account Saving Account/CASA). Saldo CASA meningkat drastis 40,6 persen yoy menjadi Rp59 triliun pada akhir Maret 2026, dari Rp41,9 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan itu, rasio CASA naik dari 35,7 persen menjadi 44,1 persen.

Henoch menjelaskan peningkatan ini menjadi kunci efisiensi struktur pendanaan perseroan ke depan. “Peningkatan CASA ini memperkuat struktur pendanaan perseroan serta mendukung efisiensi biaya dana, sehingga kinerja dapat tetap terjaga secara berkelanjutan,” jelasnya.

|Baca juga: HSBC Nilai Status Pasar Modal RI di MSCI Tetap Aman Meski Ada Tekanan Free Float

|Baca juga: Ajak Warga Yogyakarta Hidup Sehat, Asuransi Jasindo Gelar Satyaraga

Penguatan turut didukung likuiditas dan permodalan yang sehat, dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) di level 260,24 persen, Net Stable Funding Ratio (NSFR) 122,71 persen, serta Capital Adequacy Ratio (CAR) 29,63 persen. Selain itu, biaya kredit turun 7,9 persen yoy menjadi Rp1,2 triliun berkat manajemen risiko kredit yang proaktif.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini, BNI Sekuritas Sarankan 6 Saham Berikut untuk Trading
Next Post Resmi, OJK Perpanjang Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Asuransi dan Reasuransi

Member Login

or