1
1

Pemerintah dan Jasaraharja Putera Genjot Asuransi Pariwisata di Labuan Bajo

Kemenko Perekonomian dan PT Jasaraharja Putera kokohkan kolaborasi untuk perkuat tata kelola risiko pariwisata. | Foto: Kemenko Perekonomian

Media Asuransi, JAKARTA – Pemerintah mendorong penguatan ekosistem asuransi pariwisata sebagai langkah utama dalam menekan risiko kecelakaan dan meningkatkan kualitas destinasi wisata nasional.

Upaya ini dinilai penting seiring meningkatnya aktivitas pariwisata yang harus diimbangi dengan perlindungan yang memadai bagi wisatawan maupun pelaku usaha.

|Baca juga: Tumbuh 17,4%, Bank Mandiri (BMRI) Salurkan Kredit Rp1.530 Triliun di Kuartal I/2026

|Baca juga: Begini Respons Mirae Asset Sekuritas Indonesia terkait Pengumuman MSCI

Plt Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian Dida Gardera mengatakan pengembangan asuransi pariwisata menjadi langkah konkret dalam menciptakan destinasi yang aman dan kompetitif secara global.

“Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor penggerak utama untuk mencapai target pertumbuhan delapan persen di 2029. Pengembangan ekosistem asuransi diperlukan untuk mendorong keamanan dan kenyamanan wisatawan,” ujar Dida, dalam keterangan resminya yang dikutip Jumat, 24 April 2026.

Pemerintah mencatat peningkatan kunjungan wisata di Labuan Bajo yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah wisatawan melonjak dari 60.439 orang pada 2021 menjadi 500.008 orang pada 2025 dengan mayoritas wisatawan mancanegara. Lonjakan ini dinilai meningkatkan urgensi pengelolaan risiko yang lebih terintegrasi.

|Baca juga: Harga Premi Asuransi Energi Terus Turun di Tengah Risiko Global yang Makin Parah, Kok Bisa?

|Baca juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75% di Tengah Tekanan Global

Untuk itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bekerja sama dengan Asian Development Bank dalam menyusun kerangka ekosistem asuransi pariwisata. Selain itu, kolaborasi juga dilakukan dengan PT Jasaraharja Putera melalui forum diskusi kelompok terarah (FGD) yang digelar di Labuan Bajo.

Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris menyatakan perusahaan siap memperkuat literasi risiko di sektor pariwisata. Ia menjelaskan pengembangan produk asuransi akan disesuaikan dengan karakteristik destinasi.

“Perusahaan siap memperkuat literasi risiko bagi pelaku industri. Kita akan mengembangkan produk asuransi yang adaptif sesuai karakteristik destinasi,” jelas Haris.

|Baca juga: Pembiayaan Bermasalah Industri Pindar Melonjak, Begini Penjelasan Bos OJK!

|Baca juga: Inilah Peraih CEO Award 2026 Media Asuransi

|Baca juga: Inilah Para Pemenang Unitlink Award 2026 Media Asuransi

Pemerintah daerah juga mendukung langkah tersebut. Sekretaris Daerah Manggarai Barat menilai keberadaan ekosistem asuransi dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisata, sekaligus menjadi pendorong kualitas destinasi.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama Jasaraharja Putera menandatangani nota kesepahaman untuk implementasi proyek percontohan asuransi pariwisata di Labuan Bajo. Kerja sama ini diharapkan menjadi model yang dapat diterapkan di destinasi lain di Indonesia.

Melalui inisiatif ini, pemerintah menargetkan terbentuknya skema asuransi pariwisata yang inklusif dan terintegrasi guna memperkuat tata kelola risiko, serta memberikan perlindungan bagi wisatawan, pelaku usaha, dan sektor pendukung lainnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post SIMGAJI Taspen Sudah Jangkau 96,52% Pemda hingga Maret 2026, Ini Rinciannya!
Next Post Inilah Peraih CEO Award 2026 Media Asuransi

Member Login

or