Media Asuransi, JAKARTA – OCBC Indonesia bersama OCBC Singapura kembali menyelenggarakan OCBC One Connect 2026, platform bisnis yang mempertemukan perusahaan Indonesia dan China untuk membuka peluang serta mendorong kolaborasi lintas negara.
Sejak mulai dicanangkan dari 2023, OCBC One Connect telah berkembang dari forum jejaring, menjadi platform yang semakin terarah untuk memfasilitasi pertukaran wawasan pasar, mempertemukan mitra strategis, serta membantu perusahaan menerjemahkan peluang menjadi kerja sama bisnis yang konkret.
Tahun ini, dihadiri oleh Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Cahyo Purnomo yang memaparkan mengenai kondisi realisasi investasi China di Indonesia (2021 – S1 2026).
Perkembangan inisiatif tersebut berjalan seiring dengan semakin kuatnya aktvitas bisnis antara Indonesia dan China yang difasilitasi oleh OCBC. OCBC Indonesia mencatatkan jumlah nasabah bisnis China meningkat lebih dari 80 persen secara tahunan atau YoY per Juli 2026.
Direktur OCBC Martin Widjaja mengatakan OCBC One Connect menjadi jembatan bagi perusahaan China untuk masuk dan berkembang di Indonesia, sekaligus mendukung perusahaan Indonesia menjajaki peluang di China dan sekitarnya. Adapun tema tahun ini adalah ‘Renewable Energy Value Chain Expansion‘.
|Baca juga: OJK Beri Sanksi Perusahaan Asuransi yang Belum Laporkan Keuangan Berbasis PSAK 117
|Baca juga: Bos OJK Pede Kinerja Asuransi Kendaraan Bermotor Terus Melaju, tapi Ada Syaratnya!
“Di mana kami yakini transisi energi tidak hanya berperan penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, tetapi juga menjadi katalisator bagi investasi, kemajuan teknologi, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan,” katanya, dikutip dari keterangan resminya, Rabu, 2 September 2026.
Hal tersebut selaras dengan perkembangan transisi energi nasional. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bauran energi baru dan terbarukan di Indonesia mencapai 15,75 persen pada 2025, dengan total kapasitas terpasang sebesar 15.630 MW.
Momentum ini sejalan penambahan kapasitas pada tahun lalu, yang menjadikannya terbesar dalam lima tahun terakhir. Sehingga membuka peluang kolaborasi bagi pelaku manufaktur, penyedia teknologi, investor, dan mitra pembiayaan.
Tahun ini, OCBC One Connect mempertemukan sekitar 40 perusahaan China dan 25 perusahaan Indonesia dalam format yang lebih terkurasi. Melalui sesi wawasan pasar dan business matching, peserta dapat mengeksplorasi peluang, mempertemukan kapabilitas, serta membangun kemitraan.
Jaringan lintas negara dan kapabilitas perbankan yang terintegrasi, OCBC akan terus mendukung perusahaan Indonesia dan China dalam mengidentifikasi peluang, membangun koneksi strategis, serta mewujudkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

